Capaian PAD TPI Pekalongan Baru 33 Persen, Kepala TPI Optimis Kejar Target Rp4,3 Miliar!

Capaian PAD TPI Pekalongan Baru 33 Persen, Kepala TPI Optimis Kejar Target Rp4,3 Miliar!
ISTIMEWA Imam Suleni Kepala TPI Kota Pekalongan
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Meski dihadapkan pada tantangan penurunan produksi ikan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan tetap optimis mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 sebesar Rp4,3 miliar. Hingga akhir semester II, capaian PAD TPI baru mencapai 33,7 persen atau sekitar Rp1,3 miliar.

Kepala TPI Kota Pekalongan, Imam Suleni, mengakui bahwa capaian tersebut masih jauh dari target, namun bukan berarti tanpa harapan. Kondisi serupa, menurutnya, juga terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia.

“Memang masih jauh dari target, tetapi kondisi ini tidak hanya dialami Kota Pekalongan. Berdasarkan rilis resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), penurunan produksi ikan terjadi hampir merata di seluruh Indonesia, dengan rata-rata penurunan sebesar dua persen secara nasional,” jelas Imam Suleni, Rabu (6/8/2025).

Baca Juga:Pungutan Pupuk Subsidi Resahkan Petani Batang, Ada Biaya Tambahan Rp5 Ribu Tanpa Struk!Miris! Rekening Bakul Megono di Pekalongan Dikuras Rp33 Juta, Mantan Pekerja Ditangkap!

Untuk menyiasati tantangan tersebut, TPI Kota Pekalongan terus mendorong inovasi dan strategi pelayanan, salah satunya melalui penerapan One Day Service—layanan cepat yang memungkinkan proses pelelangan dan transaksi ikan selesai di hari yang sama.

“Di tempat lain belum ada sistem seperti ini. Kita sudah komitmen bersama nelayan, bakul, dan pengelola TPI bahwa transaksi harus selesai hari itu juga. Dengan demikian, sirkulasi keuangan cepat, dan nelayan bisa segera kembali melaut,” terang Imam.

Sistem ini menjadi daya tarik tersendiri bagi nelayan lokal maupun dari luar daerah. Meskipun jumlah kapal nelayan lokal tergolong sedikit, pihaknya terus berupaya agar keunggulan layanan cepat tersebut mampu menarik minat mitra dari wilayah lain untuk bersandar dan melelang hasil tangkapannya di Kota Pekalongan.

“Betul, kapal kita sedikit. Tapi dengan pelayanan yang cepat dan transparan, kami ingin menjadikan TPI Kota Pekalongan ini sebagai pilihan utama bagi para nelayan dari luar kota. Ini bukan sekadar soal transaksi, tetapi membangun kepercayaan dan kemitraan jangka panjang,” ujarnya.

Terkait sistem penarikan retribusi PAD, Imam menyebut prosesnya masih dilakukan secara manual. Namun, justru inilah yang menjadi ciri khas pelayanan TPI Pekalongan yang mengedepankan pendekatan langsung dengan pelaku usaha perikanan. “Kami tetap mengedepankan akuntabilitas dan transparansi. Sistem manual yang kami jalankan bukan karena keterbatasan, tetapi karena kami ingin memastikan bahwa setiap proses bisa dipantau langsung, cepat, dan tidak berbelit,” tuturnya.

0 Komentar