Produk lain yang mencuri perhatian adalah sambal nasi jagung khas Reban, kerajinan bambu, serta jenang Adinuso—produk pangan lokal yang mulai dilirik pasar luar daerah. Panitia menargetkan nilai transaksi selama tiga hari penyelenggaraan bisa mencapai Rp250 juta, lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
“Expo ini bukan hanya soal omzet, tapi soal kepercayaan diri pelaku usaha lokal untuk naik kelas. Kami ingin pelaku UMKM tahu bahwa produk mereka layak bersaing, bahkan hingga ke pasar ekspor,” ujar Sugiharto.(nov)
