Menurut Dani, kondisi lintasan di Desa Sumub Lor cukup baik dan rata, sehingga memudahkan peserta untuk memacu traktor. “Saya sempat latihan dua kali sebelum lomba. Traktor juga harus dirawat biar siap saat lomba. Acara ini bagus, bisa menumbuhkan minat anak muda ke dunia pertanian,” imbuhnya. Lomba balap traktor ini pun mendapat perhatian luas dari warga sekitar.
Mereka berbondong-bondong datang ke lokasi, menonton sambil memberi dukungan kepada peserta. Teriakan sorak-sorai penonton menambah semarak suasana. Selain menjadi hiburan rakyat, ajang ini juga diharapkan mampu meningkatkan rasa bangga petani terhadap profesinya.
Dengan adanya lomba semacam ini, citra petani dinilai lebih modern karena didukung penggunaan alat mesin pertanian. Panitia juga berencana menjadikan kegiatan ini agenda tahunan. Selain untuk memotivasi petani, lomba diharapkan bisa mempererat kebersamaan antarwarga dan memupuk kecintaan generasi muda pada dunia pertanian.
Baca Juga:Ribuan Jemaah Padati Haul Akbar ke-26 KH AmirinGuru PAUD Wajib S1, Kementerian Sediakan Bantuan Pendidikan Rp 3Juta per Semester
Pada akhirnya, balap traktor roda dua ini bukan hanya sekadar perlombaan, melainkan simbol semangat petani Kabupaten Pekalongan dalam mendukung swasembada pangan nasional. (Yon)