RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN, TRIBUNJATENG.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan menggelar kegiatan pembinaan mitra dengan mengusung tagline “Menguatkan Mitra, Mengawal Data”, berlangsung di Aula BPS kemarin. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman para mitra BPS mengenai fungsi dan manfaat data yang mereka kumpulkan di lapangan bagi perencanaan dan pembangunan daerah.
Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, menjelaskan bahwa selama ini para mitra hanya sebatas diberikan pelatihan teknis dalam mengisi dan mengumpulkan data. Namun, sebagian dari mereka belum memahami secara menyeluruh manfaat data yang dikumpulkan. Oleh sebab itu, pembinaan ini diadakan agar mitra tidak hanya sekadar mendata, tetapi juga mengetahui arti penting dari data tersebut dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.
“Selama ini mitra hanya diberikan pelatihan, mendata, tetapi terkadang mereka tidak paham gunanya untuk apa. Maka dari itu, kita kumpulkan supaya mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan sangat bermanfaat bagi penyusunan kebijakan Pemerintah Kota Pekalongan,” tutur Hayu.
Baca Juga:Peringati Hari Jadi ke-77, Polwan Polres Pekalongan Kota Ziarah ke TMP dan Gelar Gaktibplin!Rob Ancam Ketahanan Pangan Batang! 370 Hektare Sawah Tergerus, Warga Desak Tanggul Laut!
Ia menambahkan, ke depan diharapkan para mitra dapat menjelaskan kepada masyarakat terkait data-data yang dihasilkan oleh BPS serta manfaatnya. Dengan begitu, masyarakat juga akan lebih memahami peran besar data dalam pembangunan.
Hayu menyebutkan, kegiatan pembinaan ini diikuti oleh 29 mitra BPS Kota Pekalongan serta 19 mahasiswa magang. Melalui forum ini, para peserta tidak hanya diberikan wawasan mengenai pentingnya data, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai jenis survei yang dilakukan BPS, baik yang terkait dengan rumah tangga, perusahaan, maupun lembaga non-profit.
“Dalam acara ini, kita juga ingin memberikan wawasan mengenai persiapan Sensus Ekonomi (SE) di Tahun 2026 mendatang. Mitra-mitra ini bisa menyampaikan kendala di lapangan maupun fenomena-fenomena yang mereka temui. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat untuk masukan dan evaluasi kepada BPS, sehingga ada hal-hal yang bisa diperbaiki dan diantisipasi,” lanjut Hayu.
Dalam kesempatan tersebut, para mitra juga diajak untuk berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mereka selama melakukan pendataan. Sejumlah kendala teknis maupun non-teknis yang ditemukan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.