RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Rencana peresmian Pasar Banjarsari kembali mengalami penundaan. Semula, peresmian dijadwalkan bertepatan dengan momen Bulan Kemerdekaan pada Agustus 2025. Namun, agenda tersebut harus diundur lantaran pembangunan jembatan penghubung yang menjadi akses vital di kawasan pasar belum rampung.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kota Pekalongan, Supriono, menjelaskan bahwa usulan peresmian pada Bulan Agustus sudah disampaikan Pemkot Pekalongan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI. Bahkan, tim teknis dari kementerian telah meninjau langsung lokasi pasar.
“Awalnya kami mengusulkan peresmian pada Agustus karena bulan ini memiliki makna khusus bagi bangsa Indonesia. Namun, Kementerian PU menyampaikan masih ada pekerjaan pembangunan jembatan penghubung antar gedung yang belum selesai, sehingga peresmian ditunda,” terang Supriono, Kamis (28/8/2025).
Baca Juga:Kakek 72 Tahun Otaki Pencurian Motor di Pekalongan, Ajak Teman Muda Beraksi!Wabup Suyono Desak Percepatan Tanggul Laut, Rob Ancam Masa Depan Pesisir Batang!
Menurutnya, Kementerian PU memperkirakan peresmian baru bisa dilaksanakan pada September 2025, setelah jembatan penghubung gedung A–D dan B–D rampung dikerjakan. “Target penyelesaian jembatan awal September. Setelah itu baru bisa dijadwalkan ulang peresmiannya,” imbuhnya.
Meski tertunda, Pemkot Pekalongan tetap melanjutkan tahapan teknis bagi para pedagang. Proses pengundian kios, los, dan toko sudah dilaksanakan pada Juli 2025 secara transparan. Pembagian kunci juga telah dilakukan bertahap pada 29 Juli–5 Agustus 2025. Saat ini, para pedagang yang sudah menerima kunci tengah menata tempat dagangan mereka, meski belum diperbolehkan beroperasi.
“Alhamdulillah, pengundian hingga pembagian kunci berjalan lancar. Pedagang kini sudah memiliki kepastian tempat. Tinggal menunggu peresmian resmi, barulah aktivitas perdagangan bisa berlangsung penuh,” ujarnya.
Supriono menegaskan, Pemkot berkomitmen mempercepat penyelesaian seluruh pekerjaan fisik agar pedagang segera bisa menempati kios, los, maupun toko yang disediakan. Pembangunan jembatan penghubung menjadi prioritas utama karena berfungsi sebagai jalur sirkulasi antarblok bangunan. Tanpa jembatan tersebut, aktivitas perdagangan dinilai belum maksimal.
Ia berharap, setelah seluruh infrastruktur penunjang rampung dan Pasar Banjarsari diresmikan pada September mendatang, pedagang bisa beroperasi dengan nyaman, sementara masyarakat mendapatkan pusat perbelanjaan yang lebih modern, representatif, dan tertata.
“Insyaallah, begitu jembatan selesai, kami akan kembali berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk menetapkan tanggal peresmian. Harapan kami, Pasar Banjarsari segera menjadi denyut ekonomi baru di Kota Pekalongan,” pungkasnya.(way)