Rob Ancam Ketahanan Pangan Batang! 370 Hektare Sawah Tergerus, Warga Desak Tanggul Laut!

Rob Ancam Ketahanan Pangan Batang! 370 Hektare Sawah Tergerus, Warga Desak Tanggul Laut!
NOVIA ROCHMAWATI TERENDAM ROB - Ratusan hektar sawah di Batang yang terendam rob.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Ancaman rob di Kabupaten Batang kian mengkhawatirkan. Dinas Pangan dan Pertanian Batang mencatat, sedikitnya 370,19 hektare sawah di empat desa pesisir Kecamatan Batang sudah hilang akibat terendam rob. Empat desa tersebut adalah Denasri Wetan (109,69 ha), Denasri Kulon (128,29 ha), Kesepuhan (114,16 ha), dan Karangasem Utara (18,05 ha).

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Batang, Rini Diana Anggriani, menegaskan Pemkab Batang tengah berupaya mencari solusi jangka panjang dengan menggandeng lembaga riset nasional.

“Penanganannya, kami ingin mereplika kesuksesan Kota Pekalongan dengan bekerjasama dengan BRIN dan balai di Bogor sebagai narasumber. Harapannya, melalui benih salinitas yang kami kembangkan, lahan terdampak rob masih bisa ditanami padi,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga:Peresmian Pasar Banjarsari Pekalongan Ditunda, Tunggu Jembatan Penghubung Antar Gedung Selesai!Kakek 72 Tahun Otaki Pencurian Motor di Pekalongan, Ajak Teman Muda Beraksi!

Fenomena rob paling parah terlihat di Kelurahan Kesepuhan. Sebanyak 120 hektare lahan sawah sudah tak bisa ditanami, sementara 30 hektare lain terdampak rob musiman. “Dulu ada 25 hektare kebun melati yang disebut emas putih, sekarang hilang semua. Tahun lalu masih ada 115 hektare lahan produktif, tapi setiap tahun lahan yang hilang 5–10 hektare,” terang Kepala Kelurahan Kesepuhan, Umar Winanto.

Umar juga menyebut, selain dari laut utara, genangan rob diduga turut berasal dari arah barat. Petani menduga tanggul laut di Kota Pekalongan ikut menggeser aliran rob hingga ke Batang.

“Itu analisa sederhana dari laporan petani. Karena itu, kami sudah melayangkan nota dinas ke Bupati Batang dan dinas terkait. Upaya sementara tanam mangrove memang ada, tapi solusi jangka panjang ya tanggul laut,” tegasnya.

Para petani berharap Pemkab Batang menindaklanjuti aspirasi ini, sebagaimana Kota Pekalongan yang berhasil merevitalisasi lahan bekas rob menjadi sawah produktif.

“Pembangunan tanggul laut sangatlah mendesak karena terkait produksi pangan dan keselamatan warga. Kalau tidak, rob bisa merembet sampai ke permukiman,” pungkas Umar. (nov)

0 Komentar