DPRD Sambut Antusias Berdirinya Rumah Sakit Mitra Plumbon di Batang

Ketua Komisi IV DPRD Batang, Tofani Dwi Arieyanto
Ketua Komisi IV DPRD Batang, Tofani Dwi Arieyanto saat memberikan keterangan pada awak media terkait rencana berdirinya RS Mitra Plumbon.
0 Komentar

*Bertipe B, dengan Kapasitas 500 Tempat Tidur

BATANG – Layanan kesehatan di Kabupaten Batang bakal naik kelas. Rumah Sakit Mitra Plumbon segera berdiri megah di jantung Kota Batang, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman. Kehadiran rumah sakit swasta bertipe B itu disambut antusias oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang.

Ketua Komisi IV DPRD Batang, Tofani Dwi Arieyanto, menilai kehadiran RS Mitra Plumbon menjadi angin segar bagi masyarakat. Pasalnya, selama ini rumah sakit di Batang masih didominasi oleh fasilitas bertipe C.

“Rumah Sakit Mitra Plumbon ini tipe B. Kebetulan di Kabupaten Batang rumah sakit yang ada masih tipe C semua. Minimal nanti bisa menjadi rujukan dari rumah sakit daerah maupun swasta yang sudah ada,” ujar Tofani, Selasa (11/11/2025).

Baca Juga:Ringankan Beban Warga, DPD Golkar Batang Bagikan 750 Paket Sembako dan Cek Kesehatan GratisPerkuat Kinerja, Perumda Air Minum Batang Sambut Tiga Dewas Baru

Ia menjelaskan, Kabupaten Batang saat ini memiliki dua rumah sakit daerah yakni RSUD Kalisari Batang dan RSUD Limpung, serta satu rumah sakit swasta, RS QIM Batang. Seluruhnya masih bertipe C, dengan total sekitar 800 tempat tidur.

“Rencana RS Mitra Plumbon nanti akan memiliki enam lantai dengan kapasitas 500 tempat tidur. Jadi bisa menutupi kekurangan rasio kebutuhan bed yang selama ini masih tinggi di Batang,” jelasnya.

Menurut Tofani, kehadiran RS Mitra Plumbon tidak hanya meningkatkan daya saing layanan kesehatan, tetapi juga menjadi pemantik bagi rumah sakit lain untuk berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kalau ada rumah sakit swasta tipe B di Batang, otomatis kualitas pelayanan akan meningkat karena ada persaingan yang sehat,” imbuhnya.

Namun, Tofani menegaskan pentingnya kemandirian dalam proses rekrutmen tenaga medis. Ia berharap manajemen RS Mitra Plumbon membawa tim dokter dan tenaga kesehatan sendiri tanpa merekrut dari rumah sakit lokal Batang.

“Kami sudah tegaskan agar rekrutmen dokter bisa mandiri, tidak mengambil dokter-dokter yang sudah praktik di Batang. Kalau itu dilakukan, nanti malah jumlah dokter di sini berkurang dan pelayanan di rumah sakit lokal bisa terganggu,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar ke depan wilayah Batang Timur, terutama kawasan industri, bisa memiliki rumah sakit tambahan guna mendukung kebutuhan tenaga kerja dan masyarakat sekitar.

0 Komentar