RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, secara resmi menutup kegiatan pelatihan Basic Life Support (BLS) bagi relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan di Kampus Institut Widya Pratama (Iwima), Minggu sore (21/12/2025).
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memperkuat garda depan kemanusiaan menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pelatihan yang diikuti oleh 52 relawan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis dalam memberikan pertolongan pertama yang cepat dan akurat di tengah masyarakat.
Balgis memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para relawan. Ia menekankan bahwa keterampilan BLS adalah modal vital agar penanganan korban di lapangan, baik akibat kecelakaan lalu lintas maupun bencana alam, dapat berjalan lebih terkoordinasi.
Baca Juga:Libur Nataru, Pengamanan Pantai Sigandu Batang Diperketat, Polres Siagakan Pospam dan Tim SAR ArnavatGedung Baru Kelurahan Sokoduwet Diresmikan, Wali Kota Aaf Harapkan Pelayanan Publik Makin Optimal
“Dengan bekal pelatihan Basic Life Support ini, saya berharap para relawan PMI mampu berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menolong warga masyarakat yang membutuhkan pertolongan secara cepat dan tepat,” ujar Balgis Diab usai acara penutupan.
[Image: Relawan PMI sedang mempraktikkan teknik CPR dan pertolongan pertama dalam pelatihan BLS]
Menurut Balgis, periode akhir tahun memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Lonjakan mobilitas masyarakat saat perayaan Natal dan pergantian tahun seringkali dibarengi dengan peningkatan risiko kecelakaan di jalan raya. Kehadiran relawan yang memiliki kompetensi medis dasar diharapkan mampu meminimalisir dampak fatalitas pada korban.
Tak hanya soal kecelakaan, kesiapsiagaan relawan juga difokuskan pada potensi kebencanaan mengingat cuaca ekstrem yang kerap terjadi di penghujung tahun. Sinergi antara PMI dengan instansi keamanan lainnya menjadi kunci utama kelancaran operasional di lapangan.
“Insya Allah, dengan kesiapsiagaan para relawan PMI ini, pelaksanaan kegiatan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lebih lancar, aman, dan kondusif,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, 52 relawan tersebut akan segera disiagakan di berbagai titik strategis dan posko pengamanan bersama unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Pekalongan guna menjamin keselamatan warga selama masa Nataru. (nul)
