RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Menyambut momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang melakukan penguatan pengamanan ekstra. Langkah ini diwujudkan melalui patroli pemantauan keamanan dan ketertiban (kamtib) secara menyeluruh di area Lapas guna mencegah potensi gangguan stabilitas.
Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan, memimpin langsung patroli yang melibatkan jajaran pejabat struktural, staf, serta regu pengamanan. Fokus utama pemantauan meliputi kontrol area brandgang luar, pemeriksaan kondisi tembok, hingga kesiapan petugas di pos-pos menara.
“Patroli ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, terutama menjelang momentum Nataru,” tegas Nurhamdan di sela kegiatannya, Senin (22/12/2025).
Baca Juga:Naik 6,12 Persen! UMK Kota Pekalongan 2026 Diusulkan Jadi Rp2,7 Juta, Simak Rincian PerhitungannyaImbas Efisiensi Anggaran, Pemkab Kendal Tiadakan Hiburan Konser Musik di Tempat Wisata Tahun Baru
Selain menyisir area luar, tim pengamanan juga melakukan audit kelayakan sarana dan prasarana keamanan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini untuk memastikan fasilitas pengamanan berfungsi optimal dalam menjaga kondusivitas lingkungan pemasyarakatan.
Damai Natal di Gereja El Sadai
Di sisi lain, Lapas Batang tetap mengedepankan sisi humanis dengan memberikan ruang bagi warga binaan beragama Nasrani untuk merayakan Natal. Ibadah tersebut berlangsung khidmat di Gereja El Sadai yang berada di dalam lingkungan Lapas.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Persekutuan Umat Kristen Kabupaten Batang (PUKKB) serta penyuluh dari Kementerian Agama Kabupaten Batang. Suasana damai terasa kental saat lagu pujian dilantunkan oleh warga binaan, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyalaan lilin dan lagu Malam Kudus.
“Kami berharap warga binaan dapat merasakan damai Natal dan menjadikannya inspirasi untuk terus memperbaiki diri,” ungkap Nurhamdan.
Kalapas menambahkan bahwa pemberian akses ibadah ini adalah wujud nyata dari komitmen negara dalam melindungi hak beragama seluruh warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana. Melalui pendekatan spiritual ini, diharapkan proses pembinaan kepribadian warga binaan dapat berjalan lebih efektif.
Seluruh rangkaian kegiatan, baik dari sisi pengamanan ketat maupun pelayanan rohani, dilaporkan berjalan aman dan lancar. Lapas Kelas IIB Batang terus berupaya menyeimbangkan aspek keamanan dengan kualitas pelayanan demi mendukung pemulihan warga binaan secara optimal. (fel)
