Kondisi ini mencerminkan beberapa hal penting:
- Optimisme trader ritel masih mendominasi
- Potensi breakout harga tetap terbuka
- Posisi short yang besar berisiko memicu volatilitas tinggi
- Perubahan sentimen bisa terjadi dengan cepat
Komposisi sentimen tersebut menandakan bahwa rekor pergerakan harga emas 2026 masih memiliki ruang untuk berlanjut, meskipun risiko koreksi tetap perlu diantisipasi.
Kebijakan The Fed jadi katalis utama emas 2026
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed turut menjadi faktor penting dalam pergerakan emas tahun ini.
Spekulasi bahwa bank sentral Amerika Serikat masih berpeluang memangkas suku bunga pada 2026 memberikan dukungan signifikan terhadap harga emas.
Baca Juga:Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Tanggal 5 Januari 2026! Naik Tajam Awal Pekan Hingga Rp25.000!Harga emas Antam hari ini tanggal 5 Januari 2026 stabil 3 hari tapi buyback justru naik? Cek Selengkapnya!
Dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah, emas menjadi lebih menarik karena biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih kecil.
Meski data ekonomi AS relatif solid dan berpotensi menunda pelonggaran kebijakan, minat beli emas tetap terjaga.
Selain itu, bangkitnya harga emas dari tekanan profit taking akhir tahun menunjukkan bahwa minat akumulasi investor masih sangat kuat.
Secara keseluruhan, rekor pergerakan harga emas 2026 berada dalam jalur yang semakin realistis untuk tercapai.
Dukungan teknikal, sentimen pasar yang dominan bullish, serta faktor fundamental seperti kebijakan suku bunga global menjadi pendorong utama penguatan emas.
Selama harga mampu bertahan di atas level support kunci, peluang emas mencetak rekor tertinggi baru tetap terbuka, meskipun volatilitas jangka pendek diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan pasar.
