RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Kendal. Hujan deras disertai angin kencang menghantam Kecamatan Rowosari pada Sabtu (10/1/2026) petang, mengakibatkan sedikitnya 10 rumah warga dan sejumlah tempat usaha di empat desa mengalami kerusakan serius.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, wilayah yang terdampak meliputi Desa Bulak, Gebanganom, Tanjunganom, dan Desa Rowosari. Mayoritas kerusakan terkonsentrasi pada bagian atap bangunan yang tersapu angin, hingga satu unit rumah warga dilaporkan roboh total.
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengonfirmasi bahwa meski dampak kerusakan bangunan cukup masif, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga:Program Motis Sukses Besar, 501 Unit Motor Diangkut via Stasiun Pekalongan Selama Libur Nataru 2026Bupati Fadia Prioritaskan Puskesmas Rawat Inap di Daerah Atas Pekalongan, Warga Tak Perlu Turun Gunung
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, ada beberapa bangunan yang mengalami kerusakan berat,” kata Iwan saat memberikan keterangan resmi, Minggu (11/1/2026).
Kerusakan Fasilitas Desa dan Tempat Usaha
Dampak badai kali ini juga memukul sektor ekonomi desa. Di Desa Tanjunganom, bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang memproduksi paving blok dan beton mengalami kerusakan berat pada bagian atap. Sementara di Desa Bulak, sebuah tempat usaha kerajinan kaligrafi dilaporkan rusak parah.
Kondisi paling memprihatinkan terjadi di Dukuh Mbrungkah Jati, Desa Gebanganom. Sebuah rumah milik warga bernama Sukir roboh rata dengan tanah setelah dihantam angin.
“Rumah itu dihuni dua kepala keluarga dan roboh akibat angin kencang,” tegas Iwan.
Pemetaan Wilayah Rawan Bencana di Kendal
BPBD Kendal mencatat bahwa Rowosari dan Kangkung merupakan dua kecamatan yang memiliki intensitas kejadian angin kencang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain di Kendal. Kejadian ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi di Rowosari setelah sebelumnya 29 rumah di Desa Gempolsewu juga rusak akibat fenomena serupa pada November 2025.
Selain angin kencang, BPBD juga memetakan potensi bencana lainnya:
Tanah Longsor: Fokus di kawasan Siboli (Singorojo, Boja, dan Limbangan).Banjir: Fokus di wilayah pesisir dan kawasan perkotaan Kendal yang padat penduduk.“Pada dasarnya seluruh Kendal memiliki titik rawan. Jenis bencananya berbeda-beda, ada banjir, longsor, maupun angin kencang, tergantung wilayahnya,” jelas Iwan.
