RADARPEKALONGAN.ID – Harga emas bisa merosot pekan depan dan mulai menjadi perhatian serius pelaku pasar global.
Potensi pelemahan ini dipicu oleh faktor teknis dari pasar keuangan internasional, khususnya proses penyeimbangan ulang Indeks Komoditas Bloomberg atau Bloomberg Commodity Index (BCOM) yang berlangsung pada Januari 2026.
Analis Deutsche Bank, Michael Hsueh, mengungkapkan bahwa emas termasuk salah satu komoditas yang berpotensi mengalami tekanan jangka pendek akibat proses tersebut.
Baca Juga:Harga Buyback Emas Antam Hari Ini 12 Januari 2026 Naik Rp25.000! Waktunya Jual atau Tahan?Harga Emas Antam Hari Ini 12 Januari 2026 Stabil di Semua Ukuran! Cek Daftar Lengkapnya!
Kondisi ini membuat investor emas perlu lebih waspada dalam mengambil keputusan, baik untuk membeli, menahan, maupun menjual emas.
Faktor Utama Harga Emas Bisa Merosot Pekan Depan
Harga emas bisa merosot pekan depan terutama disebabkan oleh proses pembobotan ulang Indeks Komoditas Bloomberg.
Penyesuaian ini berlangsung pada periode 9 hingga 15 Januari 2026 dan dilakukan secara rutin untuk menjaga keseimbangan dan diversifikasi indeks.
Beberapa faktor utama yang mendorong potensi penurunan harga emas antara lain:
- Penurunan bobot emas dalam indeks BCOM
- Aturan indeks yang membatasi satu komoditas maksimal 15 persen
- Tekanan jual akibat penyesuaian portofolio investor institusional
- Potensi arus keluar emas dalam jumlah besar dalam waktu singkat
Bobot emas dalam indeks BCOM diproyeksikan turun dari sebelumnya 20,4 persen menjadi 14,9 persen. Penurunan ini cukup signifikan dan berpotensi menimbulkan tekanan jual di pasar emas global.
Dampak Penyeimbangan Indeks Terhadap Harga Emas
Menurut analisis Deutsche Bank, penyeimbangan ulang indeks ini berpotensi memicu penjualan sekitar 2,4 juta ons troy emas dalam periode lima hari.
Volume tersebut tergolong besar dan dapat memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
Baca Juga:Harga Buyback Emas Hari Ini 12 Januari 2026 Bikin Kaget? Ini Nilai Terbarunya untuk Galeri24 dan UBS!Harga Emas Perhiasan Harta Dinata Hari Ini Terpantau Kuat! Ini Rincian Lengkapnya!
Berdasarkan data historis, arus penjualan akibat rebalancing indeks berpotensi memberi dampak sekitar 2,5 hingga 3,0 persen terhadap harga emas.
Besarnya dampak ini bergantung pada periode pengamatan serta respons pasar terhadap perubahan bobot indeks.
Tak hanya emas, perak juga diperkirakan menghadapi tekanan serupa.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, emas dan perak menjadi komoditas dengan pasokan penyeimbangan ulang terbesar ketika terjadi perubahan bobot indeks.
Apakah Penurunan Harga Emas Selalu Terjadi
Meski harga emas bisa merosot pekan depan, para analis mengingatkan bahwa hubungan antara penyeimbangan ulang indeks dan pergerakan harga emas tidak selalu konsisten setiap tahun. Dalam lima peristiwa penyeimbangan ulang terakhir, dampaknya bervariasi.
