Harga Ayam di Kendal Melonjak 2 Bulan Terakhir, Stok Diduga Tersedot Program Makan Bergizi Gratis

Harga Ayam di Kendal Melonjak 2 Bulan Terakhir, Stok Diduga Tersedot Program Makan Bergizi Gratis
ABDUL GHOFUR POTONG AYAM - Pedagang memotong-motong daging ayam sambil menunggu pembeli di Pasar Kendal, Minggu (11/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Ibu rumah tangga di Kabupaten Kendal harus memutar otak lebih keras. Pasalnya, harga daging ayam potong hingga ayam sayur di sejumlah pasar tradisional terus merangkak naik selama lebih dari dua bulan terakhir.

Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh terbatasnya pasokan dari pihak supplier. Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan, sebagian besar stok ayam kini dialihkan secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah masif di wilayah Kendal.

Pantauan di Pasar Kendal pada Minggu (11/1/2026) menunjukkan kenaikan harga terjadi hampir pada semua jenis unggas. Para pedagang mengaku kini kesulitan mendapatkan pasokan normal karena harus “berebut” dengan permintaan tinggi dari sektor program pemerintah tersebut.

Baca Juga:Puting Beliung Terjang Kesesi Pekalongan, 85 Rumah Rusak dan Kerugian Mencapai Ratusan Juta RupiahAngin Kencang Terjang Rowosari Kendal, 10 Rumah Rusak dan Bangunan BUMDes Roboh Dihantam Badai

Kuati, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Kendal, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan dari dapur MBG memberikan tekanan hebat pada rantai distribusi ke pasar rakyat.

“Permintaan dari dapur MBG sangat besar. Pasokan ke pasar jadi dibatasi, otomatis harga di tingkat pedagang ikut naik,” ujar Kuati saat mengeluhkan kondisi lapaknya.

Rincian Harga yang Kian “Pedas”

Kenaikan harga ini bervariasi tergantung jenis ayamnya. Namun, rata-rata mengalami lonjakan mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. Berikut adalah rincian harga terkini di Pasar Kendal:

  • Ayam Kampung: Tembus Rp 80.000 per kg (sebelumnya Rp 70.000).
  • Ayam Sayur: Naik menjadi Rp 40.000 per kg (sebelumnya Rp 35.000).
  • Ayam Merah: Mencapai Rp 60.000 per kg (sebelumnya Rp 55.000).

Tak hanya daging ayam, komoditas pelengkap lainnya seperti telur dan sayur-mayur dilaporkan ikut terkerek naik karena alasan serupa: ketidakseimbangan antara pasokan dan lonjakan permintaan sektor formal.

Dilema Pedagang: Harga Naik, Omzet Turun

Meskipun harga di label dagangan meningkat, hal ini justru menjadi bumerang bagi pedagang. Kuati mengaku omzet penjualannya justru merosot tajam karena daya beli masyarakat yang melemah. Banyak pelanggan setianya yang terpaksa mengurangi jumlah belanjaan atau bahkan beralih ke lauk lain yang lebih murah.

“Harga memang naik, tapi pembeli berkurang. Kalau begini terus, pendapatan kami justru turun,” ungkapnya dengan nada lesu.

0 Komentar