RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nazaruddin Umar, memberikan perhatian serius terhadap terbatasnya jumlah guru tahfiz Al-Quran perempuan di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Jam’iyah Hafidhotil Qur’an (JHQ) Kabupaten Kendal Periode 2026–2030 di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Sabtu (10/1/2026).
Menag menegaskan bahwa para hafizah (penghafal Al-Quran perempuan) merupakan aset bangsa yang harus mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan. Ia pun memuji langkah JHQ Kendal yang konsisten bergerak di tingkat lokal namun memiliki dampak spiritual yang besar.
“Hafizah di JHQ ini luar biasa. Ini organisasi lokal, tetapi fokusnya penuh pada Al-Quran. Apalagi pengukuhan dilakukan di gedung pemerintah, ini bisa menjadi keberkahan bagi daerah,” ujar Nazaruddin Umar.
Baca Juga:Puting Beliung Terjang Kesesi Pekalongan, 85 Rumah Rusak dan Kerugian Mencapai Ratusan Juta RupiahAngin Kencang Terjang Rowosari Kendal, 10 Rumah Rusak dan Bangunan BUMDes Roboh Dihantam Badai
Darurat Guru Tahfiz Perempuan
Dalam sambutannya, Menteri Agama menyoroti fenomena sulitnya mencari tenaga pendidik Al-Quran dari kalangan perempuan. Menurutnya, jumlah pengajar tahfiz laki-laki saat ini relatif lebih mudah ditemukan dibandingkan perempuan.
Oleh karena itu, ia mendesak lembaga pendidikan Islam, terutama pesantren putri, untuk mulai memprioritaskan program mencetak ustazah yang juga seorang hafizah.
“Sekarang ini mencari guru tahfidz perempuan tidak mudah. Kalau laki-laki relatif banyak. Sudah saatnya pesantren putri menyiapkan ustadzah yang hafidzah Al-Quran,” tegas Menag.
Nazaruddin berharap JHQ Kendal dapat menjadi mitra strategis pemerintah untuk mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal secara tekstual, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Fondasi Spiritual Kabupaten Kendal
Senada dengan Menag, Wakil Bupati Kendal, Beny Karnadi, menilai bahwa kehadiran para penghafal Al-Quran di wilayahnya memberikan energi positif bagi kondusivitas daerah. Ia percaya bahwa pembangunan fisik harus seimbang dengan fondasi spiritual.
Beny menganggap para hafizah sebagai penjaga nilai-nilai agama sekaligus sumber doa bagi keselamatan warga Kendal dari berbagai marabahaya.
“Hadirnya JHQ sangat positif. Dari para hafidhah inilah akan terus mengalir doa-doa untuk Kabupaten Kendal agar dijauhkan dari bencana,” tutur Beny Karnadi.
Baca Juga:Program Motis Sukses Besar, 501 Unit Motor Diangkut via Stasiun Pekalongan Selama Libur Nataru 2026Bupati Fadia Prioritaskan Puskesmas Rawat Inap di Daerah Atas Pekalongan, Warga Tak Perlu Turun Gunung
Pemerintah Kabupaten Kendal pun berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan yang berfokus pada penjagaan kitab suci Al-Quran. Menurut Beny, doa para penghafal Al-Quran adalah kekuatan batin yang sangat menentukan bagi kemajuan daerah di masa depan. (fur)
