Rakernas LAZNAS Al Irsyad 2026 di Pekalongan: Targetkan Rp 150 Miliar demi Kemandirian Zakat untuk Umat

Rakernas LAZNAS Al Irsyad 2026 di Pekalongan: Optimalkan Zakat untuk Kemandirian Umat dan Solusi Kemiskinan
ISTIMEWA RAKERNAS - LAZNAS Al Irsyad menggelar Rakerjnas tahun 2026 di Kota Pekalongan. Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat zakat sebagai dakwah sosial.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Al Irsyad Al Islamiyah meneguhkan langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026. Forum konsolidasi yang digelar di Hotel Nirwana, Kota Pekalongan, pada 10-11 Januari 2026 ini mengusung tema besar “Bersatu Berkolaborasi Menuju Al Irsyad Maju.”

Rakernas ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penyusunan peta jalan strategis jangka panjang. LAZNAS Al Irsyad membidik target ambisius, yakni pengelolaan dana dan aset zakat hingga Rp 150 miliar per tahun pada 2030 mendatang.

Ketua Umum PP Al Irsyad Al Islamiyah, Prof. Dr. Faisol Bin Madhi, menekankan bahwa pengelolaan zakat harus bertransformasi dari sekadar kewajiban ritual menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang profesional.

Baca Juga:Wali Kota Aaf Kukuhkan Pengurus BAMAGNAS Kota Pekalongan, Tegaskan Komitmen Toleransi Lintas ImanPuting Beliung Terjang Kesesi Pekalongan, 85 Rumah Rusak dan Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah

“Zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi instrumen sosial umat. Jika dikelola secara terorganisir melalui lembaga yang amanah, zakat dapat menjadi solusi atas persoalan kemiskinan dan ketimpangan,” ujar Prof. Faisol dalam pidato pembukaannya.

Realisasi 2025 Lampaui Target

Berdasarkan laporan kinerja tahun lalu, LAZNAS Al Irsyad mencatatkan pertumbuhan signifikan. Direktur LAZNAS Al Irsyad Al Islamiyyah, Hidayat S.Sos, memaparkan bahwa penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sepanjang 2025 mencapai Rp 31,7 miliar, melampaui target awal sebesar Rp 28 miliar.

Hidayat menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi dan akuntabilitas menjadi harga mati bagi lembaga untuk menjaga kepercayaan muzakki.

“Kepercayaan umat adalah amanah. Karena itu, penguatan tata kelola, kepatuhan regulasi, serta akuntabilitas lembaga menjadi fokus utama LAZNAS ke depan,” tegas Hidayat.

Senada dengan hal itu, Ketua Majelis Sosial Ekonomi Al Irsyad Al Islamiyah, Fauzi Umar Arfan, menambahkan bahwa lembaga ini telah mengantongi predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan memenuhi standar audit syariah yang ketat.

Dampak Nyata Program Trisula Dakwah

Melalui skema “Trisula Dakwah” yang mencakup pilar pendidikan, dakwah, dan sosial, LAZNAS Al Irsyad telah menyentuh kehidupan lebih dari 250.000 penerima manfaat. Beberapa capaian konkret meliputi:

  • Pembangunan 60 unit rumah layak huni di Sumatera.
  • Penyediaan 24 titik sumur bor di Ende, Nusa Tenggara Timur.
  • Penyaluran bantuan kemanusiaan berkelanjutan untuk masyarakat Palestina.
0 Komentar