Selanjutnya saudara Lubis Ardan juga menuliskan bahwa Nasionalisme saya tempatkan sebagai titik temu aman antara Islamisme dan Marxisme.
Saya kira saudara Ardan memberi makna yang sama sekali tidak terkandung dalam tulisan saya. Sedari awal tulisan itu saya maksudkan untuk meneladani semangat belajar Bung Karno, tidak sedikit pun menyinggung ideologi pada artikel Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme.
Meskipun demikian kesimpulan saudara Arga dan saudara Lubis Ardan amat saya hargai.
*) Penulis penggembala pikirannya sendiri yang mencintai kritik dan kemerdekaan berpikir.
