Ketua MKS Pekalongan Barat, Laila, menambahkan bahwa kemandirian dana menjadi kunci keberlanjutan program ini.
“Dari uang yang terkumpul akan kita belikan lagi untuk modal bulan depan, sehingga program ini bisa terus berjalan,” jelas Laila.
Kehadiran Lapak Aisyiyah ini mendapat apresiasi tinggi dari warga. Sutria, salah seorang penerima manfaat asal Pringrejo, mengaku sangat terbantu dengan adanya paket sembako murah tersebut.
Baca Juga:Waspada Bencana di Kendal, 8 Kejadian Tercatat dalam Sebulan, Tanah Longsor Jadi Ancaman Paling DominanMisi Kemanusiaan NU Peduli, Relawan LPBI NU Kota Pekalongan Diberangkatkan ke Aceh untuk Pemulihan Bencana
“Alhamdulillah sangat membantu. Isinya beras, minyak, sayuran, mie, gula, teh. Harganya cuma Rp25.000. Pengennya sih ada terus karena bisa membantu rakyat kecil,” tandasnya.
Melalui inisiatif ini, Aisyiyah Pekalongan Barat berharap dapat memperkuat peran organisasi perempuan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. (nul)
