“Pendanaan tidak harus sepenuhnya dari APBD. Perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja juga bisa ikut menyiapkan pelatihan, bahkan menyelenggarakan sendiri dan dititipkan melalui Disnaker,” tambah Suprapto.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Batang berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah, tetapi memiliki daya saing tinggi untuk mengisi posisi-posisi strategis di pasar kerja. (nov)
