RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal mengeluarkan peringatan dini bagi warga di wilayah rawan menyusul catatan delapan kejadian bencana alam dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Terhitung sejak Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, bencana tanah longsor menjadi kejadian yang paling mendominasi di wilayah ini.
Intensitas hujan yang tinggi di awal musim penghujan memicu serangkaian fenomena hidrometeorologi. Selain longsor, beberapa wilayah di Kendal juga dilaporkan mulai terendam banjir. Meskipun demikian, BPBD mengonfirmasi belum ada laporan mengenai banjir bandang, gempa bumi, maupun cuaca ekstrem yang merusak di periode yang sama.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan bahwa topografi wilayah Kendal yang terdiri dari perbukitan dan dataran rendah menjadikannya sangat rentan saat curah hujan meningkat drastis.
Baca Juga:Misi Kemanusiaan NU Peduli, Relawan LPBI NU Kota Pekalongan Diberangkatkan ke Aceh untuk Pemulihan BencanaRakernas LAZNAS Al Irsyad 2026 di Pekalongan: Targetkan Rp 150 Miliar demi Kemandirian Zakat untuk Umat
“Curah hujan yang tinggi dalam waktu lama menjadi faktor utama terjadinya longsor dan banjir di beberapa kecamatan. Wilayah perbukitan dan daerah rawan menjadi titik yang paling perlu diwaspadai,” tegas Iwan dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Kerusakan Infrastruktur dan Dampak Sosial
Berdasarkan infografis resmi BPBD Kendal, delapan kejadian bencana tersebut telah berdampak pada 32 jiwa. Meskipun tidak ada rumah yang terendam atau rusak berat, dampak signifikan justru terlihat pada fasilitas publik dan akses jalan:
Akses Jalan: Dua ruas jalan dilaporkan amblas atau terputus total.Jembatan: Enam unit jembatan mengalami kerusakan atau putus akibat terjangan air dan pergerakan tanah.Bangunan: Satu unit rumah warga tercatat mengalami kerusakan kategori sedang.Sebaran bencana ini tidak merata, di mana beberapa kecamatan mencatat hingga tiga kejadian beruntun, sementara wilayah lain masih terpantau nihil bencana.
Siaga 24 Jam di Posko Darurat
Menanggapi situasi yang dinamis, BPBD Kendal telah mengaktifkan posko siaga 24 jam dengan personel penuh. Langkah ini diambil untuk memastikan respons cepat jika terjadi bencana susulan, mengingat puncak musim penghujan diprediksi masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan.
Iwan Sulistyo mengimbau agar masyarakat, terutama yang bermukim di daerah lereng perbukitan dan bantaran sungai, untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi alam di sekitar mereka.
