RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Tugas petugas Pemadam Kebakaran kini tak lagi sekadar menjinakkan si jago merah. Di Kota Pekalongan, Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan (Satpol P3KP) mencatat pergeseran tren layanan yang cukup unik sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru, angka kebakaran (fire rescue) di Kota Batik mengalami penurunan yang sangat signifikan. Namun, di sisi lain, permintaan masyarakat untuk layanan penyelamatan di luar kebakaran (non-fire rescue) justru meroket tajam, mulai dari evakuasi hewan berbisa hingga pelepasan cincin.
Plt Kepala Satpol P3KP Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, mengungkapkan bahwa penurunan kasus kebakaran merupakan buah dari meningkatnya kesadaran masyarakat serta masifnya sosialisasi pencegahan.
Baca Juga:Angka Kemiskinan Batang Turun Jadi 7,79 Persen, Sektor Formal dan Program Daker Jadi Kunci KeberhasilanSering Masuk Rumah dan Mengamuk, ODGJ Meresahkan di Siwalan Diamankan Satpol PP Kabupaten Pekalongan
“Pada 2023 terdapat 101 kejadian kebakaran, kemudian turun menjadi 56 kejadian di tahun 2024. Alhamdulillah, pada 2025 kembali menurun menjadi 32 kejadian,” ujar Wismo saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Habitat “Favorit” Tawon Vespa Affinis
Tantangan nyata bagi petugas Damkar Pekalongan justru datang dari sektor penyelamatan lingkungan. Evakuasi sarang tawon jenis Vespa affinis menjadi kasus yang paling dominan dan menguras tenaga petugas di lapangan.
Wismo mencatat, sepanjang tahun 2025, timnya telah melakukan 148 kali evakuasi sarang tawon maut tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah Kota Pekalongan menjadi habitat yang cocok bagi perkembangan serangga berbahaya ini.
“Yang paling dominan di Kota Pekalongan adalah penyelamatan sarang tawon Vespa affinis. Penanganannya juga tidak mudah karena membutuhkan kehati-hatian dan peralatan khusus demi keselamatan petugas dan warga,” jelasnya.
Dari Evakuasi Ular Hingga Menolong Warga Kesurupan
Selain tawon, petugas juga disibukkan dengan evakuasi ular yang mencapai 121 kejadian. Tak hanya itu, layanan unik seperti pelepasan cincin yang tersangkut di jari juga tetap tinggi dengan total 52 kasus.
Daftar aksi penyelamatan Damkar Pekalongan pun semakin beragam. Wismo membeberkan bahwa personelnya pernah menangani kasus kunci atau resleting terjepit, tangan terjepit mesin giling, hingga memberikan pertolongan pada warga yang mengalami serangan epilepsi bahkan kesurupan.
“Ini menunjukkan bahwa tugas Damkar saat ini tidak hanya memadamkan api, tetapi juga memberikan layanan penyelamatan yang sangat luas bagi masyarakat,” imbuh Wismo.
