RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Peringatan Hari Desa Nasional yang jatuh pada 15 Januari 2026 dirayakan dengan cara berbeda di Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Alih-alih menggelar upacara seremonial belaka, Pemerintah Desa Galih memilih turun langsung ke lapangan melalui inisiatif “Gerakan Bakti Desa”.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi masif antara perangkat desa, Tim Penggerak PKK, warga setempat, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Kendal Posko IV. Fokus utama aksi ini adalah pembersihan fasilitas publik, saluran drainase, serta pembenahan rumah ibadah guna meningkatkan standar sanitasi di lingkungan pedesaan.
Kepala Desa Galih, Muhzilin, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah fondasi utama bagi kesehatan masyarakat. Gerakan ini sengaja dicanangkan untuk memperingati momentum nasional dengan langkah yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.
Baca Juga:Bukan Cuma Padamkan Api! Layanan Non-Fire Rescue di Pekalongan Melejit, Evakuasi Tawon Vespa Paling DominanHujan Angin di Kendal Tumbangkan Pohon Jati dan Asem Londo, Akses Jalan dan Listrik Sempat Putus Total
“Kebersihan lingkungan merupakan salah satu aspek penting dalam sanitasi. Tujuannya jelas, yakni menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Desa Galih menginisiasi kegiatan bersih lingkungan ini sebagai bagian dari peringatan Hari Desa Nasional,” ujar Muhzilin saat ditemui di lokasi kerja bakti, Rabu (14/1/2026).
Transformasi Menjadi Budaya Rutin
Muhzilin berharap semangat gotong royong ini tidak hanya muncul setahun sekali saat momentum peringatan nasional. Ia berencana menjadikan Gerakan Bakti Desa sebagai agenda bulanan tetap agar lingkungan tetap terjaga dan nyaman ditinggali.
“Harapan kami, Gerakan Bakti Desa tidak hanya dilakukan setahun sekali, tetapi bisa menjadi kegiatan rutin, minimal satu kali dalam sebulan,” tambahnya dengan nada optimis.
Peran Aktif Mahasiswa KKN
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini juga memberikan energi baru bagi warga. Koordinator Desa Mahasiswa KKN STIK Posko IV Desa Galih, Putry Mardiana, mengaku terkesan dengan kerukunan warga Desa Galih dalam menjaga lingkungannya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam aksi sosial seperti ini adalah bentuk pengabdian masyarakat yang paling nyata sebelum mereka terjun ke dunia profesional kesehatan.
“Kami merasa bangga bisa berpartisipasi langsung dalam kerja bakti ini. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap Desa Galih,” kata Putry.
