RADARPEKALONGAN.ID, KANDANGSERANG – Akses mobilitas masyarakat di pelosok Kabupaten Pekalongan kini kian mumpuni. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, secara resmi meresmikan “Jembatan Presisi” yang menghubungkan Desa Trajumas dan Desa Bodas di Kecamatan Kandangserang pada Selasa, 13 Januari 2026.
Pembangunan jembatan ini menjadi simbol keberhasilan sinergi lintas sektoral antara kepolisian, pemerintah daerah, Perhutani, dan kekuatan gotong royong masyarakat. Kehadiran infrastruktur ini sekaligus menjawab penantian panjang warga akan jalur yang aman untuk pendidikan dan pertanian.
AKBP Rachmad mengungkapkan, ide pembangunan ini berawal dari keprihatinannya saat melihat kondisi jembatan lama yang sempit dan tidak layak. Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi bagi anak-anak sekolah dan para petani setempat.
Baca Juga:Hari Desa Nasional 2026, Desa Galih Kendal Wujudkan Aksi Nyata Lewat Gerakan Bakti Desa dan Gotong RoyongWajah Baru Pesisir Pekalongan! Kandang Panjang dan Degayu Bakal Punya Resto Apung dan Destinasi Ekowisata
“Jembatan Presisi ini adalah salah satu jembatan yang digunakan oleh masyarakat maupun siswa sekolah. Ini juga merupakan jalur ekonomi masyarakat dan jalur pertanian,” ujar AKBP Rachmad dalam sambutannya di lokasi peresmian.
Implementasi Arahan Presiden Prabowo
Kapolres menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Seluruh instansi diminta proaktif membantu masyarakat, khususnya dalam memastikan akses pendidikan yang memadai bagi generasi muda.
Hanya dalam waktu singkat, yakni satu bulan, jembatan ini rampung dikerjakan. Kecepatan pembangunan ini tak lepas dari tingginya partisipasi aktif warga Desa Trajumas yang bahu-membahu bersama personel TNI-Polri di lapangan.
“Dulu saya ingat waktu pertama kali datang ke sini, kondisi jembatannya kecil dan digunakan adik-adik sekolah. Tentu kita sebagai orang tua, guru, dan perangkat desa harus membantu agar adik-adik kita tetap bisa mudah ke sekolah dan masyarakat bisa beraktivitas dengan baik,” kenangnya.
Urat Nadi Ekonomi dan Pertanian
Kepala Desa Trajumas, Kosim, menyampaikan apresiasi mendalam atas rampungnya jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan ini bukan sekadar penghubung antar-desa, melainkan jalur vital yang menentukan kesejahteraan warga.
“Kami berterima kasih atas terbangunnya jembatan yang tadinya rusak ini. Harapannya meningkatkan kesejahteraan warga karena jalur ini merupakan urat nadi perekonomian dan pertanian,” kata Kosim.
Sementara itu, perwakilan DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Budi Anthoyo, menambahkan bahwa pemerintah daerah terus memantau pembangunan di wilayah Kandangserang. Mengingat kondisi tanah yang labil, kajian teknis terus dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
