“Dengan mengedukasi masyarakat, organisasi ini berharap dapat mendorong lahirnya generasi baru yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap isu-isu lingkungan hidup demi masa depan Kota Pekalongan yang lebih bersih,” pungkas Riandini.
Diharapkan dengan adanya sinergi antara gerakan mahasiswa dan partisipasi aktif warga, Kota Pekalongan dapat keluar dari krisis sampah pasca-penutupan TPA Degayu dan bertransformasi menjadi kota yang mandiri dalam pengelolaan lingkungan. (mal)
