Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati pemandangan hutan payau dari resto apung, tetapi juga bisa membeli produk unggulan khas warga pesisir.
Pemulihan Ekosistem yang Sempat Menurun
Selain infrastruktur, fokus utama lainnya adalah restorasi hutan mangrove. Andy mengakui populasi mangrove di Pekalongan sempat menurun drastis akibat faktor alam dan perubahan iklim.
“Kami akan menggerakkan komunitas peduli lingkungan untuk restorasi mangrove dan memperkuat ekowisata mangrove di sekitar PIM. Kami ingin Pokdarwis mampu mengelola secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Baca Juga:Bukan Cuma Padamkan Api! Layanan Non-Fire Rescue di Pekalongan Melejit, Evakuasi Tawon Vespa Paling DominanHujan Angin di Kendal Tumbangkan Pohon Jati dan Asem Londo, Akses Jalan dan Listrik Sempat Putus Total
Dengan hadirnya destinasi ekowisata ini, wilayah pesisir Pekalongan Utara diharapkan tidak lagi hanya dikenal dengan berita banjir rob, melainkan bertransformasi menjadi magnet pariwisata baru yang ramah lingkungan dan menyejahterakan warga. (way)
