Lawan Sampah, Fatayat NU Kendal Luncurkan Gerakan Shosfa dan Komitmen Kurangi Plastik dari Rumah

Lawan Sampah, Fatayat NU Kendal Luncurkan Gerakan Shosfa dan Komitmen Kurangi Plastik dari Rumah
ABDUL GHOFUR KEBERSAMAAN - Seluruh jajaran PC Fatayat NU masa khidmah 2025–2030 berfoto bersama Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari serta seluruh tamu undangan di Pondok Pesantren Darul Amanah Ngadiwarno, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Minggu (18/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kendal masa khidmah 2025–2030 resmi dilantik di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Minggu, 18 Januari 2026. Dalam momentum tersebut, organisasi perempuan muda NU ini langsung tancap gas dengan meluncurkan program inovatif pengelolaan lingkungan bertajuk Shodaqoh Sampah Fatayat (Shosfa).

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, serta dihadiri oleh jajaran Pengurus Wilayah (PW) Jawa Tengah dan Bupati Kendal. Selain pelantikan, acara ini juga menjadi panggung peluncuran program pencegahan kekerasan perempuan dan anak serta pameran produk UMKM binaan kader.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang hadir di lokasi menekankan bahwa besarnya basis massa Fatayat di Kendal merupakan kunci sukses bagi keberhasilan program-program pemerintah daerah, terutama isu sampah.

Baca Juga:Banjir Rendam 90 Rumah di Desa Pait Pekalongan, Puluhan Warga Mengungsi ke Mess Pabrik LokatexRel Pekalongan-Sragi Terendam Banjir, KAI Batalkan Belasan Perjalanan Kereta Api, Ini Daftar KA Terdampak

“Jumlah kader Fatayat di Kabupaten Kendal sangat besar. Jika diorganisir dengan baik, ini menjadi kekuatan luar biasa untuk melayani kepentingan umat dan lingkungan,” tegas Bupati yang akrab disapa Mbak Tika tersebut.

Transformasi Sampah Jadi Kas Organisasi

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kendal, Mu’arofah, menjelaskan bahwa program Shosfa lahir dari keprihatinan mendalam atas kondisi darurat sampah di wilayah Kendal. Fatayat berkomitmen menggerakkan ribuan kadernya hingga tingkat akar rumput untuk membiasakan pilah sampah dari rumah masing-masing.

Melalui Shosfa, setiap anggota diinstruksikan membawa sampah plastik yang telah dipilah setiap kali menghadiri kegiatan Fatayat. Sampah tersebut nantinya dikumpulkan secara kolektif untuk dijual ke pengepul.

“Kondisi sampah di Kabupaten Kendal cukup memprihatinkan. Karena itu, Fatayat NU akan mendorong kader di semua jenjang untuk mengurangi konsumsi plastik dan membiasakan pilah sampah dari rumah,” ungkap Mu’arofah.

Ia menambahkan bahwa hasil dari penjualan sampah tersebut tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi organisasi. “Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk menambah kas organisasi sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan,” imbuhnya.

Ketahanan Lingkungan dan Ekonomi Keluarga

Selain isu sampah, Fatayat NU Kendal juga memberikan perhatian pada ketahanan pangan dan ekonomi. Dalam rangkaian pelantikan, dilakukan penyerahan bibit tanaman buah kepada para kader. Harapannya, tanaman tersebut dapat membantu memperkuat asupan gizi keluarga sekaligus menjadi potensi pendapatan tambahan bagi rumah tangga nahdliyin.

0 Komentar