6 Hari Banjir Pekalongan Belum Surut, 2.485 Warga Bertahan di Pengungsian, Wali Kota Tetapkan Siaga Darurat

6 Hari Banjir Pekalongan Belum Surut, 2.485 Warga Bertahan di Pengungsian, Wali Kota Tetapkan Siaga Darurat
WAHYU HIDAYAT PENGUNGSIAN – Ratusan warga terdampak banjir masih mengungsi di Masjid Al-Karomah, Tirto, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan pada Kamis siang (22/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Memasuki hari keenam sejak banjir besar melanda pada Jumat malam (16/1/2026), ribuan warga Kota Pekalongan masih tertahan di pengungsian. Berdasarkan data terbaru, tercatat 2.485 jiwa masih menempati posko-posko darurat karena pemukiman mereka masih terendam luapan air.

Bencana ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Bremi dan Sungai Meduri meluap. Meski sempat menyurut, debit air kembali naik pada Selasa malam (20/1/2026) setelah hujan deras kembali mengguyur wilayah hulu dan kota.

Kalakhar BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengungkapkan bahwa kontur wilayah Pekalongan yang cekung memperparah genangan, terutama di wilayah Pekalongan Barat.

Baca Juga:Liga 4 Jateng Ricuh! Suporter Persik Kendal Serbu Lapangan dan Lempari Botol Usai Kalah dari PersikamaSentuhan Kasih Inggit Soraya, Ketua TP PKK Pekalongan Gandeng Alumni Smaga 98 Bantu Korban Banjir Tirto

“Di Kecamatan Pekalongan Barat, genangan menjadi yang terluas dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter di sejumlah titik,” ungkap Budi, Kamis (22/1/2026).

Status Tanggap Darurat 14 Hari

Melihat skala dampak yang luas hingga menyentuh 8.692 kepala keluarga (KK), Wali Kota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, resmi menetapkan status tanggap darurat banjir. Keputusan ini berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 17 Januari hingga 30 Januari 2026.

Saat ini, bantuan dari pusat melalui BNPB telah tiba di Pekalongan, mencakup logistik dan peralatan evakuasi senilai ratusan juta rupiah untuk memperkuat penanganan di lapangan.

“Prioritas kami adalah keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian, serta memastikan kelompok rentan mendapatkan layanan yang optimal,” tambah Budi.

Cerita Penyintas: Evakuasi Pakai Perahu Karet

Kesaksian memilukan datang dari para pengungsi yang harus meninggalkan rumah di tengah kegelapan malam. Musiam (46), warga Pasirsari, menceritakan detik-detik air masuk ke rumahnya pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Air masuk cepat, di dalam rumah setinggi pusar, di jalan lebih tinggi lagi. Saya dievakuasi pakai perahu karet,” kenangnya saat berada di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.

Hal senada disampaikan warga Kelurahan Tirto yang sudah enam hari bertahan di Masjid Al-Karomah. Hingga Kamis siang, ia melaporkan genangan di kampungnya masih setinggi perut orang dewasa.

Baca Juga:Pencarian Korban Tenggelam di Muara Sungai Sambong Batang Belum Membuahkan Hasil, Tim SAR Perluas AreaPengecoran Jalan Pantura Cepiring Kendal Picu Macet 6 Km, Dishub Terapkan Sistem Contraflow

Distribusi Konsumsi 3 Kali Sehari

Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi, memastikan dapur umum terus bekerja nonstop untuk menyuplai ribuan porsi makanan bagi pengungsi di 27 titik lokasi.

0 Komentar