Investasi Emas Dibanding Deposito Mana Lebih Menguntungkan
Deposito masih dianggap aman, tetapi jika dilihat dari sisi imbal hasil, emas jelas lebih unggul. Deposito umumnya hanya memberikan bunga sekitar 4–6 persen per tahun, itu pun masih dipotong pajak.
Sementara itu, emas diprediksi bisa naik 20–30 persen secara tahunan, dengan target harga Rp2,9 hingga Rp3 juta per gram pada kuartal pertama 2026. Selain itu:
- Deposito tergerus inflasi 3–5 persen per tahun
- Emas menjaga daya beli dalam jangka panjang
- Emas tidak dikenakan pajak capital gain seperti deposito besar
Inilah alasan mengapa investasi emas dibanding investasi lain semakin dipilih oleh masyarakat yang ingin menjaga nilai uangnya.
Baca Juga:Apakah Ada Kemungkinan Harga Emas Bisa Turun Lagi? Ini Penjelasan LengkapnyaApakah Harga Emas Antam Bisa Capai 3 Juta Sebelum Februari? Ini Fakta dan Analisisnya
Investasi Emas Dibanding Obligasi Lebih Fleksibel
Obligasi sering dianggap aman, tetapi memiliki risiko tersendiri, terutama saat suku bunga naik. Kenaikan suku bunga dapat menekan harga obligasi dan membuat nilainya turun sebelum jatuh tempo.
Berbeda dengan emas yang tidak bergantung pada suku bunga. Emas justru diuntungkan saat nilai tukar melemah.
Di Indonesia, kenaikan harga emas dalam rupiah bahkan tercatat 1,3 hingga 1,7 kali lebih cepat dibandingkan kenaikan harga emas global dalam dolar.
Faktor ini membuat emas semakin menarik bagi generasi muda, terutama Gen Z dan milenial yang kini banyak berinvestasi emas digital melalui aplikasi.
Jika dibandingkan secara menyeluruh, investasi emas dibanding investasi lain menawarkan keseimbangan antara keamanan, likuiditas, dan potensi keuntungan.
Emas cocok untuk kamu yang ingin menjaga nilai aset tanpa harus menghadapi stres akibat fluktuasi ekstrem seperti pada saham, deposito, atau obligasi.
Dengan tren global yang masih mendukung, emas tetap menjadi pilihan rasional dan strategis untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi 2026.
