Meskipun memang ajaran Marx di kalangan mahasiswa ialah tempat bermain yang menyenangkan bagi muda-mudi yang revolusioner, tapi toh tidak selamanya keseragaman itu baik?
Apalagi jika mengintip tulisan Bung Hatta : 1975 Ajaran Marx atau Kepintaran Sang Murid Membeo, Marx sendiri berkata “Saya Bukan seorang Marxis!”
Apalagi jika melihat kultur forum-forum diskusi kemahasiswaan, yang umunya dihadiri tak lebih dari 15 orang.
Baca Juga:Mengapa Mendengarkan Musik Mempengaruhi Suasana Hati Manusia?Materialisme Dialektika Historis ala Bung Karno dan Krisis Cara Berpikir Mahasiswa Hari Ini
Pada kondisi mahasiswa mau datang untuk berdiskusi saja sudah merupakan pencapaian, maka amatlah sulit –tentunya bukan mustahil– jika menuntut semua mahasiswa menggunakan metode MDH.
Sampailah pada inti kritik saya pada saudara Ahnaf.
Saya berkesimpulan bahwa cara penulisan saudara Ahnaf nyaris berani, hanya saja tak adanya sumber-sumber yang jelas.
Tentulah hal ini akan menimbulkan tafsiran yang menyesatkan, salah-salah jika saudara Ahnaf dianggap murtad oleh marhaen-sarinah yang lain. (*)
*) Penulis adalah mahasiswa UIN Gus Dur peminat tema-tema Marxisme.
