RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Langkah baru diambil Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pekalongan dalam menyongsong tantangan zaman. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan masa khidmat 2025-2030 resmi dilantik di Gedung Aswaja, Sabtu (24/1/2026).
Prosesi sakral ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Pelantikan ini mengukuhkan Dr. KH. Hasan Su’aidi, M.S.I. sebagai Rais Syuriyah dan Dr. KH. Moch Machrus Abdullah, Lc, M.Si sebagai Ketua Tanfidziyah, sesuai Surat Keputusan PBNU nomor 4672 tahun 2025.
Dalam arahannya, Gus Yahya memberikan pesan kuat mengenai arah gerak NU di abad kedua. Menurutnya, ketidakpastian global menuntut organisasi Islam terbesar di dunia ini untuk lebih adaptif, terutama dalam penguasaan teknologi mutakhir.
Baca Juga:Longsor Terjang Bawang Batang 2 Rumah Tertimbun, Akses Jalan Lumpuh, 110 KK Mengungsi ke Dieng KulonProduksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Belum Merata Picu Harga Lampaui HAP di Indonesia Timur
“Di abad kedua ini adalah abad yang penuh dengan ketidakmenentuan di semua tingkatan. PBNU saat ini sedang menyiapkan agenda komprehensif terkait Artificial Intelligence (AI). Dalam pengelolaan organisasi, kami juga tengah menyiapkan platform digital yang akan dicangkok dengan AI. Ini sesuatu yang tak terbantahkan dan harus kita hadapi,” ujar Gus Yahya di hadapan ratusan nahdliyin.
Fokus 10 Program Prioritas dan Tata Kelola Aset
Ketua PCNU Kota Pekalongan, KH Machrus Abdullah, menyatakan kesiapan jajarannya untuk bertransformasi. Ia menyadari beban di abad kedua jauh lebih berat, mencakup sektor ekonomi, digital, hingga pendidikan. PCNU periode ini pun telah menyiapkan 10 Program Prioritas yang akan segera digodok dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).
Selain penguatan internal, manajemen aset organisasi menjadi fokus utama di awal kepengurusan. Kiai Machrus menekankan bahwa profesionalisme tata kelola adalah kunci agar NU memberikan manfaat nyata.
“Transformasi peradaban abad kedua ini jauh lebih berat. Kita harus adaptif, berinovasi, dan bersinergi dengan berbagai pihak agar NU benar-benar hadir memberikan maslahat bagi umat,” tutur Kiai Machrus.
Sinergi Atasi Banjir dan Sampah Pekalongan
Menariknya, PCNU Kota Pekalongan tidak hanya bicara urusan internal. Kiai Machrus menegaskan komitmen NU untuk membantu Pemerintah Kota Pekalongan menyelesaikan masalah klasik yang meresahkan warga, yakni banjir tahunan dan darurat sampah.
