Mengingat mayoritas penduduk Kota Batik adalah warga NU, sinergi antara ulama dan umaro (pemerintah) dianggap sebagai solusi paling efektif.
“Banjir tahunan adalah PR kita bersama. Karena mayoritas warga Kota Pekalongan adalah orang NU, kami siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah untuk mencari solusi nyata,” tegasnya.
Pelantikan ini juga diikuti dengan pengukuhan 18 lembaga di bawah naungan PCNU oleh Rais Syuriyah. Dengan struktur yang lengkap dan visi digital yang tajam, PCNU Kota Pekalongan diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di era transformasi teknologi ini. (way)
