RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Bayang-bayang bencana banjir besar akibat jebolnya tanggul Kali Bodri pada 2024 masih menghantui warga Kabupaten Kendal. Di tengah cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang terus meningkat, kondisi sejumlah titik tanggul yang mulai longsor dan mendekati pemukiman memicu kecemasan massal akan terulangnya banjir setinggi dua meter.
Merespons situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUPR) Jawa Tengah melakukan langkah taktis. Koordinasi lintas sektoral ini bertujuan mengamankan infrastruktur pengairan yang kondisinya kian mengkhawatirkan sebelum bencana benar-benar terjadi.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kendal, Agus Dwi Lestari, menegaskan bahwa penanganan titik kritis tidak bisa lagi tertunda oleh persoalan birokrasi kewenangan.
Baca Juga:Longsor Terjang Bawang Batang 2 Rumah Tertimbun, Akses Jalan Lumpuh, 110 KK Mengungsi ke Dieng KulonProduksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Belum Merata Picu Harga Lampaui HAP di Indonesia Timur
“Dalam rapat kemarin, sudah disepakati pembagian penanganan terhadap tanggul-tanggul yang kondisinya kritis agar bisa ditangani secara cepat. Karena situasinya mendesak, disepakati pembagian tugas agar penanganan lebih efektif dan tidak saling menunggu,” ujar Agus Dwi Lestari saat meninjau Pos Kesehatan Gratis di Perum RSS Kendal, Sabtu (24/1/2026).
Pembagian Tugas Penanganan Darurat
Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkab Kendal akan memfokuskan sumber daya pada normalisasi Kali Waridin. Langkah konkret yang disiapkan meliputi pembangunan empat portal air baru untuk mengendalikan debit sungai, serta peninggian jembatan strategis yang menghubungkan Desa Kebonadem (Brangsong) dengan Desa Kumpulrejo (Kaliwungu).
Sementara itu, DPUPR Jawa Tengah memegang tanggung jawab utama dalam pembangunan tanggul darurat di sepanjang aliran Kali Bodri. Struktur tanggul yang kritis akan diperkuat dengan material pengaman sementara guna menahan hantaman arus sungai saat puncak musim hujan.
“Yang terpenting saat ini adalah keselamatan warga. Penanganan darurat harus segera dilakukan,” tegas Agus.
Fokus pada Kali Kuto dan Usulan Provinsi
Selain Kali Bodri dan Waridin, Pemkab Kendal juga mengidentifikasi kerusakan serius pada tanggul Kali Kuto. Mengingat proyek perbaikan permanen di lokasi tersebut memerlukan anggaran yang cukup besar, Pemkab Kendal segera mengajukan usulan bantuan dana dan teknis kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
