RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Warga Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, kembali harus berhadapan dengan banjir. Tanggul Sungai Bremi yang berada di RT 03 RW 01 dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 10 meter pada Rabu (28/1/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Jebolnya infrastruktur penahan air ini dipicu oleh tingginya debit air sungai yang meningkat drastis setelah hujan lebat. Derasnya luapan air bahkan membuat tembok sebuah pabrik steam jins yang berada tepat di bantaran sungai ambruk seketika. Akibatnya, kawasan Tirto Gang 1 yang sebelumnya sempat surut, kini kembali tergenang air dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter.
Merespons kondisi darurat tersebut, aparat gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga DPUPR Kota Pekalongan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan cepat menggunakan ribuan karung pasir (sandbag).
Baca Juga:Nelayan TPI Tawang Kendal Keluhkan Pembayaran Ikan Diutang Bakul, DKP Siapkan Solusi Gandeng PerbankanSiap Kerja! 50 Peserta Lulus Diklat Satpam Gada Pratama di Polres Pekalongan Kota, Ini Keunggulannya
Kapolsek Pekalongan Barat, Kompol Slamet Mustamto, didampingi Danramil Pekalongan Barat Letda Caj Warnoto, memantau langsung proses penguatan tanggul darurat di lokasi kejadian pada Kamis siang.
“Siang ini warga bersama TNI dan Polri kembali bergotong royong untuk menangani bencana tanggul jebol di RT 03 RW 01 Kelurahan Tirto. Jebolnya tanggul terjadi tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB. Sebenarnya tadi malam juga sudah dilakukan upaya penanggulangan, namun karena situasi malam hari, hasilnya belum maksimal,” ujar Kompol Slamet Mustamto, Kamis (29/1/2026).
Gunakan Trucuk Bambu untuk Perkuat Tanggul
Pantauan di lapangan menunjukkan aksi heroik warga bersama personel Kodim 0710/Pekalongan dan Polres Pekalongan Kota yang terus berjibaku di tengah sisa genangan. Penanganan darurat hari ini difokuskan pada penggabungan sandbag dengan trucuk bambu untuk memastikan tanggul sementara lebih kokoh menahan arus sungai yang masih deras.
Kompol Slamet menambahkan bahwa kerja bakti hari ini merupakan tahap penyelesaian agar limpasan air tidak lagi masuk ke pemukiman warga.
“Hari ini kita lanjutkan untuk finishing dan semoga bisa segera selesai, agar air tidak lagi menggenangi pemukiman,” sambungnya.
Warga Desak Pembangunan Tanggul Permanen
Meski penanganan darurat terus dilakukan, warga setempat merasa was-was jika hanya mengandalkan karung pasir. Mereka berharap Pemerintah Kota Pekalongan segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tanggul permanen yang lebih tinggi dan kuat di sepanjang titik rawan Sungai Bremi.
