RADARPEKALONGAN.ID – Harga emas turun drastis menjadi perhatian global setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Penurunan tajam ini terjadi secara tiba-tiba dan memicu reaksi pasar, terutama di kalangan investor yang menjadikan emas sebagai aset lindung nilai.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar, apakah penurunan ini hanya bersifat sementara atau menjadi awal tren koreksi yang lebih panjang.
Baca Juga:Harga Buyback Emas Hari Ini 1 Februari 2026 Anjlok atau Masih Aman? Simak Daftar Lengkapnya!Daftar Harga Emas Perhiasan Hari Ini 1 Februari 2026 untuk Rajaemas dan Lakuemas! Masih Stabil
Pergerakan harga emas yang ekstrem ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan sentimen pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Kronologi Harga Emas Turun Drastis di Pasar Global
Harga emas turun drastis ketika perdagangan emas spot dibuka melemah signifikan dari level psikologis US$ 5.000 per troy ons.
Dalam waktu singkat, harga emas mengalami tekanan hebat hingga turun lebih dari 7 persen pada awal perdagangan.
Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari 2026 juga ikut tertekan dengan pelemahan lebih dari 6 persen.
Tekanan jual belum berhenti di situ. Harga emas kembali terkoreksi lebih dalam hingga menyentuh penurunan lebih dari 9 persen, sebelum akhirnya bertahan di kisaran yang lebih rendah.
Meski demikian, secara bulanan emas masih mencatatkan performa positif dengan potensi kenaikan lebih dari 15 persen dan berpeluang menorehkan kenaikan bulanan keenam secara beruntun.
Pemicu Utama Harga Emas Turun Drastis
Para analis menilai harga emas turun drastis bukan tanpa sebab. Salah satu faktor utama yang memicu tekanan besar adalah pengumuman ketua baru Federal Reserve.
Baca Juga:Awal Bulan! Harga Emas Hari Ini 1 Februari 2026 Kompak Turun Tajam Hingga Rp190.000 per Gram!Harga Buyback Emas Antam Hari Ini 31 Januari 2026 Anjlok Tajam? Ini Dampaknya Buat Kamu!
Penunjukan Kevin Warsh sebagai pimpinan bank sentral Amerika Serikat langsung memengaruhi sentimen pasar, termasuk pasar emas.
Beberapa faktor yang dinilai menjadi pemicu penurunan harga emas antara lain:
- Kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed
- Aksi ambil untung setelah reli emas yang sangat kuat
- Penguatan dolar AS yang menekan harga komoditas
- Perubahan ekspektasi suku bunga global
Menurut analis UBS, penurunan tajam ini justru dianggap sebagai fase konsolidasi yang wajar setelah emas mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Koreksi harga dinilai sehat untuk menjaga keseimbangan pasar.
