Anggaran BTT akan difokuskan untuk menopang masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Dana tersebut mencakup pengadaan sembako, obat-obatan, kebutuhan balita, hingga pasokan solar untuk operasional pompa air di wilayah terdampak banjir.
“Pemerintah daerah akan menempuh opsi pergeseran anggaran melalui APBD guna menangani dampak bencana, mengingat keterbatasan stok logistik reguler. Kami fokus pada bantuan logistik selama masa tanggap darurat 14 hari ini,” tegas Yulian Akbar.
DPRD dan Pemkab Pekalongan bersepakat bahwa penanganan pasca-bencana, termasuk perbaikan jalan dan jembatan yang rusak, akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memantau perkembangan cuaca dari BMKG. (yon)
