Dapur Umum Ditutup, Pemkot Pekalongan Beli Nasi Bungkus Warung Lokal untuk Logistik Pengungsi Banjir

Dapur Umum Ditutup, Pemkot Pekalongan Beli Nasi Bungkus Warung Lokal untuk Logistik Pengungsi Banjir
WAHYU HIDAYAT PENGUNGSI – Wali Kota H Achmad Afzan Arslan Djunaid saat meninjau para pengungsi di Kantor Kelurahan Pasirkratonkramat pada Jumat (30/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melakukan perubahan strategi dalam memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak banjir. Seiring menurunnya jumlah pengungsi secara signifikan, Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) resmi menutup operasional Dapur Umum terpusat dan beralih memberdayakan usaha warung lokal.

Kebijakan ini diambil meski Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, telah memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat banjir hingga 13 Februari 2026. Penutupan Dapur Umum yang sebelumnya beroperasi sejak 17 Januari lalu dilakukan karena jumlah pengungsi yang semula mencapai 2.200 jiwa, kini menyusul sisa sekitar 186 orang.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Wildan Zuhad, menjelaskan bahwa per 29 Januari 2026, pola penyediaan konsumsi dilakukan dengan membeli paket nasi bungkus langsung dari warung di sekitar lokasi pengungsian.

Baca Juga:Siswa SDN 1 Petung Kendal Sambut Antusias Makan Bergizi Gratis Perdana, Menunya Ada Bandeng Presto!Polres Pekalongan Kota Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Balap Liar dan Knalpot Brong Jadi Incaran!

“Saat ini, untuk mencukupi kebutuhan makan pengungsi, kami membeli nasi bungkus dari warung lokal sebanyak tiga kali sehari. Langkah ini dinilai lebih efisien dan tepat sasaran, sekaligus membantu menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha kecil di sekitar titik pengungsian,” ujar Wildan saat ditemui di Kantor Dinsos-P2KB, Senin (2/2/2026).

Data Pengungsi di Dua Titik Utama

Berdasarkan data terbaru dari Posko BPBD Kota Pekalongan per Senin siang, konsentrasi warga yang masih bertahan berada di Kecamatan Pekalongan Barat. Tercatat 186 jiwa masih mengandalkan bantuan pemerintah, dengan rincian sebagai berikut:

Aula Kelurahan Pasirkratonkramat: 88 pengungsi (termasuk 7 balita dan 14 lansia).Aula Eks Kelurahan Kraton Kidul: 98 pengungsi (termasuk 4 balita dan 21 lansia).Sementara itu, lokasi pengungsian lain seperti Aula Kelurahan Tirto dan Aula Kecamatan Pekalongan Barat dilaporkan telah kosong karena warga mulai kembali ke rumah masing-masing pasca cuaca membaik.

Komitmen Pelayanan Hingga Posko Kosong

Wildan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar, terutama konsumsi, tetap menjadi prioritas utama selama status tanggap darurat masih berlaku. Pihaknya terus melakukan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memantau kondisi kesehatan dan sanitasi di posko yang tersisa.

“Selama masih ada warga yang bertahan di pengungsian, kebutuhan makan tiga kali sehari akan terus kami penuhi. Kami berharap cuaca terus membaik agar warga dapat segera membersihkan rumah dan kembali beraktivitas secara normal,” pungkas Wildan secara lugas.

0 Komentar