RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY tengah memacu pengerjaan perbaikan infrastruktur di Jalur Pantura wilayah Pekalongan hingga Batang. Langkah percepatan ini dilakukan guna memastikan kesiapan jalur utama tersebut dalam menyambut arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Sejumlah titik vital seperti depan Markas Komando (Mako) Brimob Kalibanger, kawasan Terminal Pekalongan, hingga Alun-alun Batang kini sedang dalam tahap pengecoran (rigid beton). Pihak BBPJN menargetkan ruas-ruas prioritas ini sudah dapat digunakan secara fungsional paling lambat pada H-10 Lebaran.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Pemalang-Plelen BBPJN Jateng-DIY, Ridwan Umbara, menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua paket besar preservasi jalan dengan total nilai ratusan miliar rupiah.
Baca Juga:Dua Pekan Banjir Rendam 4 Desa di Tirto Pekalongan, 1.600 Jiwa Mengungsi di 17 Titik DaruratHasil Liga 4 Jateng, Persik Kendal Takluk dari Persibangga di Kandang, Laskar Bahurekso Siap Balas
“Menjelang Lebaran ini, kami fokus memastikan ruas-ruas prioritas sudah fungsional. Total target sebelum H-10 Lebaran sekitar 2,7 kilometer untuk paket Pekalongan-Batang-Plelen. Penentuan lokasi prioritas didasarkan pada fungsi vital, khususnya akses keluar masuk tol dan pusat aktivitas kota,” ujar Ridwan saat meninjau lokasi, Selasa (3/2/2026).
Titik Krusial dan Rekayasa Lalu Lintas
Pekerjaan fisik yang sedang berjalan tersebar di tujuh lokasi strategis. Selain di Kota Pekalongan, perbaikan juga menyentuh ruas Batang-Kendal di KM 85 hingga KM 61. Ridwan menekankan, perbaikan di depan Mako Brimob menjadi prioritas utama karena merupakan urat nadi penghubung dengan Exit Tol Setono.
Selama proses pengerjaan, skema contraflow dan pengalihan arus diberlakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
“Kalau di titik-titik itu tidak segera ditangani, dampaknya bisa signifikan terhadap kelancaran arus mudik. Di titik Mako Brimob, arus sempat dialihkan masuk akses tol untuk kemudian diputar kembali ke jalur nasional sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas,” jelasnya.
Stok Anggaran dan Komitmen Penambalan Lubang
Tak tanggung-tanggung, alokasi anggaran untuk paket Pekalongan-Batang tembus di angka Rp 251 miliar, sementara paket Pemalang-Pekalongan mencapai Rp 174 miliar. Meski target jangka panjang proyek ini hingga pertengahan 2027, BBPJN menjamin pemudik tahun ini sudah bisa menikmati jalan yang lebih mulus.
Selain pengecoran permanen, tim penyisir lubang juga dikerahkan setiap hari untuk melakukan penambalan (patching) di sepanjang 97 kilometer jalur nasional Pemalang hingga Plelen.
