Melihat kejadian di China, wajar jika muncul pertanyaan besar tentang nasib emas digital di Indonesia.
Secara regulasi, Indonesia memang memiliki pengawasan yang lebih ketat melalui OJK dan Bappebti. Namun, kasus di China membuktikan bahwa risiko tetap ada jika investor lengah.
Jika kepercayaan terhadap satu platform runtuh dan penarikan massal terjadi, skenario serupa tetap bisa terjadi di mana saja. Perbedaannya hanya pada seberapa siap platform dan regulator menghadapi situasi krisis.
Baca Juga:Harga Buyback Emas Antam Hari Ini 2 Februari 2026 Turun Tajam! Waktunya Kamu Jual atau Tahan?Harga Emas Antam Hari Ini 2 Februari 2026 Kembali Naik Diharga 3 Juta Rupiah! Ini Update Terbarunya!
Oleh karena itu, kehati-hatian menjadi kunci utama sebelum berinvestasi emas digital di Indonesia.
Hal penting yang wajib dicek sebelum membeli emas digital
Agar tidak mengulang nasib investor di China, ada beberapa hal mendasar yang perlu Kamu pastikan sebelum membeli emas digital:
- Emas benar-benar ada dan tercatat sebagai cadangan fisik
- Bisa ditarik dalam bentuk emas fisik kapan pun
- Platform transparan soal penyimpanan dan audit emas
- Risiko dijelaskan secara terbuka, bukan disembunyikan
- Tidak hanya mengandalkan kemudahan aplikasi
Kemudahan transaksi memang menarik, tetapi keamanan aset jauh lebih penting untuk jangka panjang.
Nasib emas digital di Indonesia saat ini memang belum berada dalam kondisi krisis seperti di China, tetapi kasus JieWoRui menjadi peringatan keras bagi investor.
Ketika emas hanya tercatat secara digital dan tidak bisa dipegang, risiko kehilangan tetap nyata.
Belajar dari China, sikap lebih bijak, kritis, dan berhati-hati adalah langkah terbaik agar investasi emas tetap aman dan tidak berujung penyesalan.
