Sambut Ramadan 1447 H, Takmir Masjid Agung Kendal Gelar Pawai Dugderan Meriah pada 17 Februari 2026

Sambut Ramadan 1447 H, Takmir Masjid Agung Kendal Gelar Pawai Dugderan Meriah pada 17 Februari 2026
ABDUL GHOFUR RAKOR - Suasana rapat koordinasi pengurus dan tokoh masyarakat di Kabupaten Kendal yang membahas agenda keagamaan dan sosial, berlangsung khidmat di sebuah ruang pertemuan, Minggu (1/2/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Semarak menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah mulai terasa di Kabupaten Kendal. Takmir Masjid Agung Kendal saat ini tengah mematangkan persiapan untuk menggelar tradisi tahunan yang sangat dinantikan masyarakat, yakni Pawai Dugderan 1447 H.

Prosesi budaya religius ini dijadwalkan akan menghentak pusat kota pada Selasa, 17 Februari 2026. Dipusatkan di halaman Masjid Agung Kendal, kegiatan ini menjadi simbol kegembiraan umat Islam dalam menyongsong bulan puasa melalui perpaduan syiar agama dan pelestarian kearifan lokal.

Ketua Takmir Masjid Agung Kendal, KH. Asro’ie Tohir, menegaskan bahwa Dugderan memiliki kedudukan penting sebagai refleksi nilai kebersamaan warga Kendal yang heterogen namun tetap satu dalam akidah.

Baca Juga:Dua Pekan Banjir Rendam 4 Desa di Tirto Pekalongan, 1.600 Jiwa Mengungsi di 17 Titik DaruratHasil Liga 4 Jateng, Persik Kendal Takluk dari Persibangga di Kandang, Laskar Bahurekso Siap Balas

“Dugderan adalah warisan budaya religius yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya perayaan, tetapi simbol persatuan umat dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” tegas KH. Asro’ie Tohir, Minggu (1/2/2026).

Mengusung Tema “Kendal Berdikari dan Berakhlak”

Pawai Dugderan tahun ini mengusung tema besar “Kendal Berdikari dan Berakhlak”. KH. Asro’ie menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan pesan bagi warga Kendal untuk terus maju secara mandiri namun tetap berpegang teguh pada akhlakul karimah.

“Kami ingin Dugderan menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan penguatan moral dan spiritual masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian acara akan dimulai tepat usai salat Zuhur atau sekitar pukul 13.00 WIB. Titik kumpul utama berada di pelataran Masjid Agung, yang kemudian akan dimeriahkan oleh defile peserta dari empat kelurahan inti, yaitu:

  • Kelurahan Patukangan
  • Kelurahan Pekauman
  • Kelurahan Pegulon
  • Kelurahan Ngilir

Atraksi Drum Band Cilik dan Defile Budaya

Selain keterlibatan empat kelurahan, kemeriahan pawai akan diperkuat oleh organisasi keagamaan dan komunitas budaya. Salah satu daya tarik yang paling ditunggu adalah penampilan display Drum Band TK Wali Joko yang akan berkolaborasi dengan tari kreasi anak-anak.

Kehadiran generasi muda dalam pawai ini diharapkan menjadi sarana edukasi efektif untuk mengenalkan tradisi leluhur kepada anak-anak sejak dini. Takmir Masjid Agung pun mengimbau seluruh warga untuk memadati jalur pawai dengan tetap menjaga ketertiban.

0 Komentar