RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Wilayah Batang Selatan kini dalam kondisi siaga menyusul serangkaian aksi kejahatan jalanan yang kian beringas. Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, sedikitnya tiga kasus pembegalan dan perampokan bersenjata tajam dilaporkan terjadi di Kecamatan Bandar. Kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan diduga menjadi celah bagi para pelaku untuk melancarkan aksinya.
Korbannya beragam, mulai dari tenaga kesehatan hingga pedagang kecil. Rentetan peristiwa ini menciptakan atmosfer mencekam bagi warga, terutama mereka yang terpaksa beraktivitas di luar rumah pada malam hari.
Bidan Puskesmas Menjadi Korban Pertama
Aksi pertama menimpa seorang bidan bernama Uly (30), pada Selasa malam (27/1/2026). Saat tengah perjalanan pulang usai bertugas di Puskesmas Bandar, ia dipepet oleh dua pria misterius di sekitar Jembatan Kali Terju, Desa Kluwih.
Baca Juga:Kecelakaan Maut di Jalur Kontraflow Pantura Kendal, Pemotor Tewas Terlindas Truk, Polisi Periksa ProyekPeduli Korban Banjir Tirto, DPC Perempuan Bangsa Pekalongan Salurkan Logistik dan Serap Aspirasi Warga
Sepeda motor Honda Beat miliknya dirampas secara paksa setelah korban dijatuhkan ke sisi jalan. “Salah satu pelaku langsung mengambil motor saya,” ujar Uly dengan nada trauma. Pelaku yang diduga sudah mengintai tersebut diketahui melarikan diri ke dua arah berbeda, yakni ke arah Bandar dan Limpung.
Aksi Nekat Warga Hadapi Penghadang
Hanya berselang beberapa hari, tepatnya pada Minggu dini hari (1/2/2026), aksi serupa nyaris menelan korban bernama Kasmui. Saat melintasi ruas jalan Bandar–Limpung yang sepi usai pulang pengajian, ia dihadang oleh dua pria yang salah satunya berdiri di tengah jalan.
Beruntung, Kasmui memilih untuk bertindak nekat dengan memacu kendaraannya dan mencoba menabrak pelaku yang menghadang. Strategi berani ini membuatnya berhasil lolos dari kepungan. “Warga sempat melihat sepeda motor Vario merah milik pelaku melaju kencang ke arah timur,” lapor warga yang sempat membantu penyisiran lokasi.
Perampokan Warung di Desa Tumbrep
Tak berhenti di jalanan, aksi kriminal juga menyasar tempat usaha. Nurhamid (42), seorang pedagang warung di Desa Tumbrep, menjadi korban penodongan pada Minggu malam (1/2/2026). Empat pria yang berpura-pura memesan kopi tiba-tiba mengikat tangan dan menyumpal mulut korban di bawah ancaman senjata tajam.
