“Kebencanaan tidak hanya soal nasi bungkus. Ada aspek spiritual, psikologis, hingga rekondisi dan rehabilitasi yang juga penting. Bahkan bagaimana tata cara ibadah saat terdampak banjir juga perlu dipahami. Kita perlu bersahabat dengan alam dan mengantisipasi dengan perilaku yang selaras dengan tuntutan alam,” tambahnya.
Melalui Musypimcab I ini, PCA Aisyiyah Pekalongan Barat berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai program majelisnya—mulai dari bidang Tarjih, Tabligh, hingga pendidikan anak usia dini (PAUD)—secara lebih adaptif. Dengan memperkuat 10 ranting dan pembinaan guru di 6 TK yang dinaungi, Aisyiyah berupaya mewujudkan masyarakat yang adil, tangguh, dan berkeadaban. (nul)
