Operasi Keselamatan Candi 2026: Polres Pekalongan Tambal Jalan Berlubang demi Tekan Angka Kecelakaan

Operasi Keselamatan Candi 2026: Polres Pekalongan Tambal Jalan Berlubang demi Tekan Angka Kecelakaan
TAMBAL JALAN BERLUBANG: Satlantas Polres Pekalongan bantu petugas Bina Marga Wilayah Tegal menambal jalan berlubang di ruang Kajen-Bojong, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BOJONG – Di tengah masifnya kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Pekalongan, Kepolisian Resor Pekalongan resmi menggulirkan Operasi Keselamatan Candi 2026. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026 ini, mengusung misi krusial: menekan angka fatalitas kecelakaan sekaligus meningkatkan ketertiban menjelang bulan suci Ramadan.

Kondisi jalan utama di Pekalongan saat ini memang memprihatinkan. Lubang-lubang dalam yang sering tertutup air hujan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara, terutama di ruas Karangsari–Kajen hingga Karanganyar. Merespons kondisi ini, Satlantas Polres Pekalongan melakukan aksi simpatik dengan terjun langsung membantu penambalan jalan di Jalan Raya Bojong.

Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Rony Hidayat, menegaskan bahwa penanganan jalan berlubang merupakan prioritas utama dalam operasi kali ini guna meminimalisir faktor risiko kecelakaan.

Baca Juga:Nekat Melintas di Jam Sibuk, Puluhan Truk Terjaring Razia dan Ditilang di Jalur Pantura Ketapang Kendal80 Persen Jalan Kota Pekalongan Rusak, DPUPR Prioritaskan Perbaikan Jalan Gatot Subroto Banyurip

“Kami segera turun membantu petugas supaya jalan yang berlubang bisa cepat tertutup semua. Ini berdampak langsung pada keselamatan lalu lintas, agar tidak terjadi kecelakaan di wilayah tersebut akibat pengendara yang menghindari lubang secara mendadak,” ujar AKP Rony saat memimpin aksi di lapangan, Senin (2/2/2026).

Fokus pada Pelanggaran Fatalitas

Selain infrastruktur, kepolisian menyoroti fenomena pengendara di bawah umur yang kian marak. Tanpa legalitas berkendara (SIM), mereka dianggap sebagai kelompok yang sangat rentan terlibat kecelakaan lalu lintas.

Tak hanya itu, penertiban terhadap penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar juga diintensifkan sebagai langkah preventif menciptakan suasana kondusif menjelang Ramadan 1447 H.

“Anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan sekarang sangat rawan kecelakaan. Mereka belum memiliki legalitas namun sudah di jalan raya, ini yang akan kita tertibkan. Balap liar dan knalpot brong juga menjadi antisipasi kita agar lingkungan tetap kondusif saat mendekati Ramadhan nanti,” tegasnya.

Kombinasi ETLE dan Tilang Manual

Dalam pelaksanaannya, Polres Pekalongan menerapkan skema penindakan kombinasi. Meski mengandalkan tilang elektronik (ETLE) dan teguran simpatik, petugas dipastikan tetap akan memberlakukan tilang manual untuk pelanggaran yang bersifat fatal.

“Konsep utama adalah tilang elektronik serta teguran. Namun, apabila ditemukan pelanggaran yang bersifat fatal dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain maupun diri sendiri, akan kami laksanakan tindakan represif berupa tilang manual,” jelas AKP Rony secara lugas.

0 Komentar