“Idealnya, sampah baru harus ditutup bioplastik setiap satu minggu sekali, namun itu membutuhkan anggaran yang sangat besar. Saat ini kita cicil sesuai kemampuan daerah,” tambahnya.
Melalui perbaikan titik pantau mulai dari sekolah hingga fasilitas pengolahan sampah seperti TPS3R, Pemkot Pekalongan optimistis TPA Degayu tidak lagi menjadi sumber masalah lingkungan, melainkan model pengolahan sampah yang lebih sehat dan terukur. (way)
