Muhammadiyah Batang Tetapkan Awal Puasa 18 Februari 2026, PDM Siapkan Agenda Turba dan Tarawih Keliling

Muhammadiyah Batang Tetapkan Awal Puasa 18 Februari 2026, PDM Siapkan Agenda Turba dan Tarawih Keliling
NOVIA ROCHMAWATI Ketua PDM Batang, H.M. Harto Setiyono
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Batang secara resmi menetapkan awal puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini merujuk pada ketetapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Menyambut bulan suci tersebut, PDM Batang telah menyusun serangkaian program dakwah dan kemasyarakatan yang akan dijalankan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Batang. Persiapan matang dilakukan agar syiar Islam dapat menjangkau seluruh lapisan warga persyarikatan.

Ketua PDM Batang, H.M. Harto Setiyono, menjelaskan bahwa bagi Muhammadiyah, penetapan waktu ibadah merupakan prosedur organisasi yang terukur. Segala rencana kegiatan telah disiapkan jauh-jauh hari dan tinggal dieksekusi begitu instruksi pusat turun.

Baca Juga:Sempat Mandek, Program Makan Bergizi Gratis di Kendal Kembali Berjalan Normal dan 24 SPPG Mulai MasakAntisipasi Banjir Susulan, 14 Stasiun Pompa Sungai Bremi-Meduri Pekalongan Kini Beroperasi 24 Jam Penuh

“Bagi Muhammadiyah, Ramadan itu sudah menjadi agenda tahunan. Programnya sudah disiapkan sejak awal dan tinggal dijalankan setelah ada keputusan dari Pimpinan Pusat. Insyaallah semua cabang akan kami datangi melalui agenda kunjungan daerah (turba),” ujar Harto saat ditemui, Rabu (4/2/2026).

Menjunjung Toleransi Terhadap Keputusan Pemerintah

Mengenai potensi adanya perbedaan tanggal mulainya puasa dengan pemerintah, Harto menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berdiri di atas prinsip saling menghormati. Menurutnya, perbedaan metode penentuan awal bulan merupakan bagian dari keragaman pemikiran Islam yang harus disikapi dengan bijak.

Harto memastikan bahwa secara organisatoris, Muhammadiyah tetap kooperatif dan menjalin komunikasi yang baik dengan jajaran pemerintah daerah maupun Kementerian Agama.

“Kami tetap menghormati pemerintah sebagai warga negara. Muhammadiyah tidak bersikap eksklusif. Kalau ada undangan dari pemerintah, termasuk kegiatan rukyatul hilal, kami tetap hadir. Yang penting saling menghormati dan tidak saling menyalahkan,” tegas Harto secara lugas.

Tarawih Keliling dan Pemberdayaan Ekonomi

Selama bulan Ramadan 2026, PDM Batang akan menggalakkan agenda tarawih keliling yang tersebar di 15 kecamatan. Langkah ini diambil untuk menyapa langsung warga di tiap kecamatan agar tali silaturahmi tetap terjaga erat.

Tak hanya fokus pada aspek spiritual, PDM Batang juga tengah menggodok program pemberdayaan ekonomi umat. Salah satu wacana serius yang sedang dimatangkan adalah pendirian unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK) di bawah pengelolaan Badan Usaha Muhammadiyah.

0 Komentar