“Program ini menyangkut gizi dan masa depan anak-anak. Kami akan memperbaiki sistem koordinasi dan pengelolaan anggaran agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Faris.
Kembalinya program MBG ini diharapkan dapat terus berlanjut tanpa interupsi, mengingat pentingnya stabilitas asupan gizi bagi tumbuh kembang anak sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Kendal. (fur)
