Lawan Krisis Sampah, Siswa MAN IC Pekalongan Inovasikan KomProMi Ubah Limbah Makanan Jadi Kompos

Lawan Krisis Sampah, Siswa MAN IC Pekalongan Inovasikan KomProMi Ubah Limbah Makanan Jadi Kompos
MALEKHA MEMUAT - Para siswa MAN IC Pekalongan sedang memuat Food waste jadi kompos.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Sebulan sebelum Presiden Prabowo Subianto menyerukan “perang terhadap sampah” dalam Rakornas 2026, aksi nyata telah lebih dulu lahir dari tangan para pelajar di Kota Pekalongan. Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan secara progresif meluncurkan KomProMi (Komposting Projek Mizan), sebuah inovasi pengolahan limbah makanan (food waste) yang menjadi jawaban atas krisis sampah di lingkungan sekolah berasrama.

Program ini menerapkan metode Bokashi Composting, sebuah teknik fermentasi anaerobik yang memungkinkan sampah organik sisa makanan sekolah berubah menjadi kompos berkualitas hanya dalam waktu 10 hingga 14 hari. Keunggulan metode ini terletak pada prosesnya yang higienis, tanpa menimbulkan bau menyengat, dan tanpa emisi, sehingga sangat aplikatif untuk kawasan pendidikan.

Kepala MAN IC Pekalongan, Khoirul Anam, memberikan apresiasi tinggi atas kemandirian para siswanya yang mampu mengeksekusi proyek ini secara profesional, mulai dari teknis hingga pencarian pendanaan mandiri.

Baca Juga:Jalan Rusak Makan Korban, Pemkab Batang Desak Pemprov Jateng Segera Perbaiki Ruas Banyuputih-PlantunganPembunuh Baladiva Divonis Mati! PN Kendal Kabulkan Tuntutan Jaksa, Tangis Haru Keluarga Pecah

“Kami senang dan bangga anak-anak kami punya inisiatif, ide, dan melakukannya dalam aksi nyata, termasuk dalam mencari sponsor atau pembiayaannya, di tengah kesibukan mereka dalam belajar dan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Khoirul Anam, Jumat (6/2/2026).

Keseimbangan Ekologi Berbasis Nilai Spiritual

Proyek yang digerakkan oleh lebih dari 50 relawan siswa ini dipimpin oleh Ahmad Ali Rayyan Shahab. Siswa kelas XII yang juga alumni pertukaran pelajar Finlandia ini menjelaskan bahwa KomProMi bukan sekadar proyek teknis, melainkan gerakan yang berakar pada nilai-nilai keislaman tentang keseimbangan alam.

“Nama KomProMi merupakan akronim dari Komposting Projek Mizan, dengan Mizan merujuk pada konsep keseimbangan dalam Al-Qur’an. Ini menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi,” tutur Rayyan, yang kini telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) dari enam universitas bergengsi di luar negeri.

Pilot Project Nasional untuk Boarding School

Keberhasilan KomProMi di MAN IC Pekalongan diproyeksikan tidak hanya berhenti di tingkat lokal. Program ini ditargetkan menjadi pilot project nasional bagi 25 MAN Insan Cendekia di seluruh Indonesia. Langkah ini selaras dengan visi pemerintah untuk menjadikan siswa sekolah sebagai ujung tombak perubahan budaya lingkungan di tanah air.

0 Komentar