Okupansi Hotel di Pekalongan Anjlok di Awal 2026, PHRI Bidik Momentum Bukber dan Idul Fitri

Okupansi Hotel di Pekalongan Anjlok di Awal 2026, PHRI Bidik Momentum Bukber dan Idul Fitri
ISTIMEWA STRATEGI - Pengelola hotel mengupayakan sejumlah strategi untuk menaikkan tingkat okupansi.
0 Komentar

“Okupansi akan mulai mengalami perubahan positif pada Februari dan Maret. Kami sudah siapkan paket promo, khususnya untuk kegiatan buka bersama. Sementara lonjakan tamu diperkirakan terjadi pada Maret seiring momentum Idul Fitri,” jelas Bahtiar.

Kolaborasi dengan Agenda Budaya

Selain tamu bisnis yang selama ini mendominasi, agenda budaya dan keagamaan seperti khaul tetap menjadi tumpuan harapan. PHRI mendorong adanya kolaborasi yang lebih intens antara pihak perhotelan dengan panitia penyelenggara agenda besar di Pekalongan.

“Kegiatan khaul tentu berimbas pada tingkat hunian. Namun, ke depan perlu kolaborasi yang lebih intens antara perhotelan dengan panitia agar dampaknya bisa lebih maksimal bagi ekonomi daerah,” pungkasnya.

Baca Juga:PBNU Soroti Tingginya Kasus Perceraian Pekerja Migran di Kendal, Lakpesdam Gelar Pelatihan PsikososialLuar Biasa! Realisasi Investasi Kota Pekalongan Tahun 2025 Melejit 145 Persen, Lampaui Target Pusat

Melalui sinergi antar pelaku usaha dan pemangku kepentingan, PHRI optimistis bisnis perhotelan di Pekalongan akan segera bangkit dan mencapai target okupansi yang lebih tinggi di kuartal pertama tahun ini. (nul)

0 Komentar