RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Pekalongan resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XXIX di Gedung Aswaja pada 7-8 Februari 2026. Forum tertinggi di tingkat cabang ini menjadi momentum krusial bagi estafet kepemimpinan pelajar NU di Kota Batik untuk dua tahun ke depan.
Mengusung tema “Regenerasi Pelajar Mengawal Generasi Emas Membangun Peradaban Bangsa”, Konfercab ke-29 ini bukan sekadar ajang pergantian pengurus, melainkan ruang refleksi mendalam mengenai posisi strategis pelajar dalam struktur sosial masyarakat.
Ketua PC IPNU Kota Pekalongan periode 2023-2025, Insan Kamil, menyatakan bahwa proses regenerasi di level pelajar merupakan fondasi paling mendasar bagi masa depan bangsa Indonesia.
Baca Juga:Banjir Pekalongan Meluas, Lansia Korban Banjir Meninggal di Pengungsian Dupantex Usai Tiga Pekan TerendamPolres Pekalongan Kota Sapa Sopir Angkot, Jangan Asal Berhenti, Utamakan Budaya Tertib Berlalu Lintas
“Alhamdulillah, opening ceremony sudah sukses dilaksanakan Sabtu malam oleh Ketua PCNU Kota Pekalongan. Hari ini kami fokus pada agenda inti, yakni laporan pertanggungjawaban dan pemilihan ketua baru. Regenerasi ini adalah pengingat bahwa proses di tingkat pelajar adalah fondasi utama bagi peradaban bangsa di masa depan,” ujar Insan Kamil di lokasi acara, Minggu (8/2/2026).
Bursa Calon Ketua dan Mekanisme Pemilihan
Sebanyak 48 pimpinan ranting dan komisariat dari seluruh penjuru Kota Pekalongan hadir untuk menyalurkan hak suara mereka. Persaingan sehat tampak dari munculnya kandidat-kandidat potensial yang mewakili berbagai wilayah.
Di bursa kepemimpinan IPNU, nama Husni (Pekalongan Selatan) bersaing ketat dengan Dimas (Pekalongan Barat). Sementara itu, bursa IPPNU mempertemukan Sabita (Pekalongan Selatan) dan Nurul (Pekalongan Utara). Pemilihan dilakukan secara demokratis melalui mekanisme voting setelah para kandidat memaparkan visi dan misi mereka di hadapan peserta sidang.
Pesan Adaptasi dari PCNU
Ketua PCNU Kota Pekalongan, Dr. H. Moch Machrus Abdullah, Lc., M.Si, dalam arahannya menekankan bahwa IPNU dan IPPNU sebagai badan otonom (banom) termuda harus mampu bersinergi penuh dengan kebijakan besar PCNU. Mengutip pesan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, ia mengingatkan para kader untuk selalu adaptif terhadap perubahan zaman.
“Organisasi harus adaptif. Kader yang sudah demisioner pun harus tetap berkontribusi di masyarakat, entah itu berlanjut ke GP Ansor maupun Fatayat. Jika tidak mampu beradaptasi, organisasi akan hilang dengan sendirinya. Penting sekali adanya sinergi antar semua badan otonom di bawah naungan NU,” tegas KH Machrus Abdullah.
