RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pekalongan Kota terus mengintensifkan pendekatan humanis selama gelaran Operasi Keselamatan Candi 2026. Melalui Subsatgas Dikmas Lantas, petugas menyapa langsung para pengemudi angkutan umum di kawasan Jalan Jetayu, Kota Pekalongan, Kamis (6/2/2026).
Langkah preemtif ini diambil untuk membangun kesadaran para sopir angkot agar lebih disiplin dan mengedepankan etika berkendara. Polisi memberikan peringatan khusus agar pengemudi tidak berhenti atau berbelok sembarangan saat menaikkan dan menurunkan penumpang, karena tindakan tersebut sering kali menjadi pemicu kemacetan hingga kecelakaan.
Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Pekalongan Kota, Aiptu Agus Priyanto, S.H., menekankan bahwa komunikasi dua arah dengan para pengemudi sangat penting agar pesan keselamatan sampai dengan efektif.
Baca Juga:Kejari Batang Bongkar Maladministrasi PLN, Rp 7,3 Miliar Kelebihan Bayar Kembali ke Kas DaerahJahirin, Anggota DPRD Pekalongan yang Bawa Napas Advokasi Hukum dari Ruang Sidang ke Kursi Parlemen
“Kami menyapa langsung para pengemudi angkutan kota, menjalin komunikasi, sekaligus memberikan pemahaman bahwa keselamatan merupakan kebutuhan bersama. Dengan menaati aturan lalu lintas, potensi terjadinya kecelakaan dapat diminimalisir,” ujar Aiptu Agus Priyanto saat memimpin kegiatan.
Edukasi Bahaya Kecepatan Tinggi dan Parkir Liar
Selain etika menaikkan penumpang, petugas juga membagikan brosur dan stiker sebagai media edukasi. Materi utama yang disampaikan meliputi bahaya melampaui batas kecepatan, larangan menerobos lampu merah, hingga larangan parkir sembarangan yang kerap mengganggu pengguna jalan lain.
Operasi yang berlangsung hingga 15 Februari 2026 ini memang sengaja menyasar angkutan umum sebagai salah satu pilar transportasi masyarakat yang harus memberikan jaminan rasa aman.
Persiapan Menuju Ramadan dan Arus Mudik
Kasatgas Humas Operasi Keselamatan Candi 2026 Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan jalan raya yang lebih kondusif, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Operasi Keselamatan Candi 2026 bertujuan mempersiapkan masyarakat agar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas serta menjadikan budaya tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan, khususnya menjelang bulan Ramadan dan arus mudik Lebaran,” tegas Iptu Purno Utomo secara lugas.
Melalui pendekatan edukatif ini, diharapkan para pengemudi angkutan kota di Pekalongan tidak hanya tertib karena takut ditilang, melainkan tumbuh kesadaran mandiri bahwa disiplin berlalu lintas adalah bentuk pelayanan terbaik bagi penumpang. Sinergitas ini diharapkan mampu mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, lancar, dan berkeselamatan di Kota Batik. (Way)
