RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Aktivitas mengisi waktu luang di Sungai Kalibodri, Kabupaten Kendal, berujung maut. Tiga orang warga Kecamatan Cepiring dilaporkan hanyut terbawa arus di wilayah Dukuh Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, pada Sabtu sore, 7 Februari 2026. Hingga kini, tim gabungan masih berjibaku mencari satu korban yang hilang ditelan arus sungai.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Ketiga pria tersebut diketahui tengah melakukan aksi menyusuri sungai menggunakan pelampung ban dalam mobil, mulai dari Bendungan Juwero dengan tujuan akhir wilayah Cepiring. Namun, keseruan tersebut berubah menjadi petaka saat mereka mencapai titik di bawah jembatan rel kereta api Desa Tegorejo.
Kapolsek Pegandon menjelaskan bahwa pelampung yang digunakan para korban mendadak oleng akibat arus sungai, sehingga ketiganya terlempar ke air.
Baca Juga:Kejari Batang Bongkar Maladministrasi PLN, Rp 7,3 Miliar Kelebihan Bayar Kembali ke Kas DaerahJahirin, Anggota DPRD Pekalongan yang Bawa Napas Advokasi Hukum dari Ruang Sidang ke Kursi Parlemen
“Mereka bermaksud bermain air dengan ban dalam mobil. Namun saat sampai di bawah jembatan rel kereta api Desa Tegorejo, pelampung oleng dan ketiganya terjatuh ke sungai. Dua korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi, sementara satu korban terseret arus,” tegas Kapolsek Pegandon dalam keterangannya, Sabtu malam.
Identitas Korban dan Proses Pencarian
Dua korban yang berhasil selamat adalah Fitriyanto Bayu Irawan (30) dan Arif Kurniawan (49), keduanya merupakan warga Desa Cepiring. Saat ini, keduanya tengah menjalani perawatan medis di Puskesmas Pegandon akibat trauma dan luka ringan.
Sementara itu, korban yang masih dalam pencarian adalah Muhammad Efendi (35). Saksi mata di lokasi kejadian, Ir Pai (69), mengaku sempat melihat detik-detik para korban terjatuh sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
“Saya melihat mereka jatuh, lalu langsung melapor ke warga dan Polsek Pegandon agar segera ditangani,” ujar Ir Pai.
Tim Gabungan Sisir Aliran Sungai
Merespons laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kendal, PMI, Polsek Pegandon, Koramil, hingga unit Reskrim Polres Kendal langsung dikerahkan ke lokasi. Camat Pegandon, Junaedi, memastikan bahwa operasi pencarian akan dilakukan secara maksimal meski terkendala kondisi waktu dan debit air.
