Hanya 5 Persen Nelayan Batang Bisa Servis Kapal, BPI Latih Puluhan Nelayan Roban Timur Skill Mesin

Hanya 5 Persen Nelayan Batang Bisa Servis Kapal, BPI Latih Puluhan Nelayan Roban Timur Skill Mesin
M DHIA THUFAIL PELATIHAN NELAYAN - Community Relation & CSR Manager Ahmad Lukman bersama Ketua DPC HNSI Teguh Tarmujo, Asisten I Sekda Batang Darsono, dan Plt Kepala Dislutkan Batang Agung Wisnu Barata saat menghadiri kegiatan pelatihan di Sigandu Batang, Senin (9/2).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Tingkat kemandirian nelayan di pesisir Kabupaten Batang dalam hal teknis perawatan armada masih tergolong rendah. Data Pemerintah Kabupaten Batang menunjukkan, dari 722 nelayan kecil pemilik kapal di bawah 5 GT, baru sekitar 37 orang atau hanya 5,1 persen yang memiliki kemampuan memperbaiki mesin secara mandiri.

Menyikapi tantangan tersebut, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggandeng Pemkab Batang menggelar Pelatihan Teknis Perawatan dan Perbaikan Motor Diesel Satu Silinder Gelombang II. Kegiatan yang diikuti 25 nelayan Dukuh Roban Timur, Desa Sengon, Kecamatan Subah, ini dijadwalkan berlangsung di kawasan Pantai Payung Sewu pada 9–11 Februari 2026.

Community Relation & CSR Manager PT BPI, Ahmad Lukman, menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali nelayan dengan keterampilan praktis agar tidak lagi bergantung pada mekanik luar saat terjadi kerusakan mesin di tengah laut.

Baca Juga:Konfercab XXIX IPNU-IPPNU Kota Pekalongan, Regenerasi Pelajar NU Menuju Generasi Emas dan Peradaban BangsaSiap-siap! Sensus Ekonomi 2026 Segera Dimulai, Pebisnis Online hingga Konten Kreator Bakal Didata

“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para nelayan memiliki kemampuan memperbaiki mesin kapal sendiri sehingga biaya perawatan bisa ditekan. Ini adalah wujud nyata sinergi perusahaan dengan Pemerintah Kabupaten Batang dalam memberdayakan nelayan,” ujar Ahmad Lukman, Senin (9/2/2026).

Target 500 Nelayan Ahli dalam Lima Tahun

Mewakili Bupati Batang, Asisten I Sekda Batang Darsono menyebut kondisi saat ini cukup memprihatinkan karena sebagian besar nelayan masih sangat bergantung pada pihak luar. Jika mesin macet di tengah perairan, mereka kerap tidak berdaya.

Oleh karena itu, Pemkab Batang memasang target ambisius untuk mencetak sedikitnya 500 nelayan ahli mesin dalam lima tahun ke depan. Program pelatihan bersama PT BPI ini dinilai sebagai langkah awal yang sangat strategis.

“Artinya, jika mesin macet di tengah laut, sebagian besar nelayan kita masih sangat bergantung pada mekanik dari luar. Ini tantangan besar yang harus kita jawab bersama. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya PT Bhimasena Power Indonesia yang mendukung penuh pembiayaan kegiatan ini,” tegas Darsono.

Hemat Biaya Servis hingga Rp 2 Juta per Tahun

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang, Agung Wisnu Barata, menjelaskan bahwa penguasaan teknik mesin dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi nelayan. Dengan memperbaiki mesin sendiri, seorang nelayan bisa menghemat pengeluaran servis rutin antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per tahun.

0 Komentar